Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah terus mempercepat pengembangan Program Sekolah Rakyat dengan target menampung lebih dari 400.000 peserta didik pada 2028, seiring peningkatan kapasitas dan pembangunan fasilitas baru.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan program yang mulai digagas pada Januari 2025 tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam waktu singkat.
Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada 14 Juli 2025 di 63 lokasi, kemudian berkembang secara bertahap hingga mencapai 166 titik dengan jumlah siswa mendekati 16.000 orang.
“Sekarang telah beroperasi secara keseluruhan berjalan dengan baik meskipun pada 3 bulan pertama menghadapi tantangan yang luar biasa,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Dia menjelaskan, fase awal pelaksanaan diwarnai proses adaptasi oleh tenaga pengajar, siswa, serta pemerintah daerah terhadap sistem pendidikan berasrama. Namun, seiring waktu, operasional dinilai semakin stabil dengan meningkatnya kepercayaan diri peserta didik.
Dalam rangka meningkatkan kapasitas, pemerintah mulai membangun fasilitas permanen yang dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA dalam satu lokasi.
Baca Juga
- Menjemput Harapan dari Mereka yang Terlewat, Ambisi Besar Sekolah Rakyat
- Seskab Teddy: Sekolah Rakyat Jadi Prioritas Pendidikan Era Prabowo
- Momen Calon Siswa Sekolah Rakyat Menangis ke Seskab Teddy: Saya Mau Sekolah, Pak..
Apabila pembangunan selesai pada Juli mendatang, kapasitas tambahan diperkirakan mencapai sekitar 32.000 siswa pada tahun ini, sehingga total peserta didik pada 2025 diproyeksikan menembus 45.000 orang.
Jumlah tersebut akan terus bertambah dengan target tambahan sekitar 60.000 siswa pada 2026, sehingga total melampaui 100.000 peserta didik.
Ekspansi selanjutnya diproyeksikan mencapai lebih dari 200.000 siswa pada 2028 sebelum akhirnya ditargetkan menembus 400.000 siswa pada tahun berikutnya.
Gus Ipul menegaskan perluasan program tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga mencakup intervensi terhadap keluarga, khususnya orang tua, sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.
“Secara umum orang tua mengatakan bersyukur dan merasakan perubahan-perubahan,” katanya.
Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang tidak hanya menyediakan pendidikan formal, tetapi juga pelatihan keterampilan hidup, pembentukan karakter, serta penguatan pola pikir.
Model tersebut diharapkan mampu menciptakan lulusan yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus mendorong peningkatan mobilitas ekonomi keluarga keluar dari lingkaran kemiskinan.





