Jakarta: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman meraih penghargaan Top Regency in Learning Ecosystem and Academic Excellence dalam ajang National Governance Awards (NGA) 2026. Pemerintah Kabupaten Sleman dinilai berhasil membangun ekosistem pembelajaran yang inovatif dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Berbagai program unggulan di bidang pendidikan dinilai mampu mendorong peningkatan kualitas akademik Kabupaten Sleman. Pemkab Sleman juga berhasil memperkuat kolaborasi antar pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat. Indeks kepuasan masyarakat Sleman tinggi Dilansir dari laman Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada 2025 sebesar 85,88 (kategori tinggi/baik). IKM juga menunjukan kepuasan terhadap kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Sleman yang baik.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Susmiarto mengucapkan syukur atas penghargaan ini. Ia berharap penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi pemerintah maupun rakyat Sleman untuk mendorong dunia pendidikan.
Ia melanjutkan, Pemkab Sleman akan terus berinovasi untuk memperbaiki kualitas pendidikan melalui inovasi digital. Susmiarto juga berharap jangan sampai ada masyarakat Sleman yang putus sekolah.
Baca Juga :
Profil Kabupaten Lamongan, Peraih Top Regency in Agro-Maritime Food Hub(Penerima penghargaan dalam ajang National Governance Awards (NGA) 2026. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikeluarkan Maret 2026, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 di Sleman untuk perempuan dan laki-laki sudah di atas rerata provinsi. IPM Kabupaten Sleman menyentuh 87,93 (laki-laki) dan 85,44 (perempuan). Sementara itu, IPM provinsi DI Yogyakarta berada di angka 85,08 (laki-laki) dan 81,32 (perempuan).
Berdasarkan data BPS per 6 Februari 2026, sekolah tingkat pendidikan dasar sudah tersebar merata di 86 desa/kelurahan Kabupaten Sleman. Fasilitas pendidikan dari tingkat SMP, SMA, dan SMK juga tersebar merata di seluruh kecamatan wilayah Sleman. Sinergi pusat dan daerah jadi kunci Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengapresiasi penyelenggaraan National Governance Award 2026 yang digelar Metro TV. Menurut dia, ajang tersebut memiliki fungsi strategis dalam memberikan pengakuan terhadap kinerja pemerintah daerah.
“Penghargaan ini penting untuk menunjukkan kinerja baik pemerintah daerah di berbagai sektor. Kami mengucapkan selamat kepada seluruh yang menerima penghargaan,” ujar Abdul Mu’ti di Ritz Carlton Jakarta, Jumat, 24 April 2026.
Di samping itu, ia menyampaikan rasa terima kasih secara khusus kepada daerah-daerah yang telah mendukung berbagai program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Terutama bagi wilayah yang turut meraih penghargaan dalam ajang tersebut.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti berharap seluruh kepala daerah di Indonesia dapat terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah pusat ke depan. Ia menekankan, keberhasilan program pendidikan sangat bergantung pada kemitraan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Pemerintah provinsi bertanggung jawab terhadap pendidikan tingkat SMA/SMK dan sekolah luar biasa, sementara pemerintah kabupaten/kota mengelola pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP,” ucap dia.
National Governance Awards menjadi wahana refleksi terhadap perjalanan desentralisasi di Indonesia. Sekaligus untuk memastikan kepemimpinan di tingkat provinsi, kota, maupun kabupaten berjalan secara transparan.
Penilaian dalam ajang ini tidak hanya bertumpu pada aspek pertumbuhan ekonomi. Dewan juri melakukan penilaian secara komprehensif yang mencakup beragam sektor krusial, seperti pendidikan, ekosistem kesehatan, dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Acuan penilaian utama dalam ajang ini meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai upaya pengembangan kapasitas warga serta transformasi digital dalam layanan administrasi publik. National Governance Awards 2026 ini didukung penuh oleh Bank Negara Indonesia (BNI), Telkomsel, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Pertamina.




