HARIAN FAJAR, BARRU – Meski proses belajar mengajar di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Barru terpantau berjalan normal, kondisi sarana dan prasarana pendidikan di wilayah tersebut mulai menunjukkan kerusakan serius. Sejumlah pihak sekolah kini mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Barru untuk segera merealisasikan program rehabilitasi dan revitalisasi bangunan yang telah diusulkan sejak tahun lalu.
Pantauan di lapangan menunjukkan, meski Dinas Pendidikan Barru telah memberikan perhatian pada periode 2024–2025 melalui pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB), masih terdapat titik-titik krusial yang luput dari perbaikan.
Di SDN Inpres Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja, kerusakan menonjol terlihat pada gedung perpustakaan. Kepala Sekolah SDN Inpres Batupute, Hj. Elis Yusuf, S.Pd.I., M.M., mengungkapkan bahwa plafon ruang perpustakaan telah ambrol sehingga tidak lagi berfungsi optimal.
“Ruang kelas masih bagus, tapi plafon perpustakaan kami rusak dan jatuh. Kami sudah usulkan perbaikannya ke Dinas Pendidikan sejak tahun lalu dan sangat menantikan realisasinya tahun ini,” ujar Hj. Elis saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2026).
Kondisi lebih memprihatinkan terlihat di UPTD SDN 134 Palanro, Kecamatan Mallusetasi. Sekolah ini menjadi langganan banjir tahunan sejak proyek jalan poros negara selesai pada 2009 silam. Posisi sekolah yang kini lebih rendah dari jalan raya membuat air merendam kelas dengan ketinggian 30–50 cm setiap curah hujan tinggi.
“Jika banjir, proses belajar terpaksa daring atau diliburkan selama satu hingga dua hari. Dampak banjir puluhan tahun ini membuat struktur bangunan aus, dinding keropos, dan atap mulai berkarat,” beber Plt Kepala Sekolah SDN 134 Palanro, Andi Muhammad Mufli, S.Pd.
Senada dengan itu, Kepala Sekolah SDN 125 Cilellang, H. Amir, S.Pd., juga mengeluhkan kondisi atap salah satu ruang kelasnya yang sudah rapuh akibat termakan rayap. Ia menyebut usulan perbaikan telah dimasukkan sejak dua tahun lalu namun belum membuahkan hasil.
Ironi Perumahan Guru Terbengkalai
Di sisi lain, pemandangan kontras terlihat di UPTD SDN 149 Cilellang. Meski ruang kelas belajar di sekolah ini baru saja selesai direhab berat, terdapat dua unit perumahan guru tepat di depan gedung baru yang kondisinya terbengkalai dan rusak parah.
“Ruang kelas memang sudah direhab semua, kecuali perumahan guru itu. Karena tidak ada lagi guru yang tinggal di situ, kondisinya jadi rusak tidak terurus dan terbengkalai,” ungkap Indah, S.Pd.I., salah satu guru kelas di SDN 149 Barru.
Hingga berita ini diturunkan, para kepala sekolah berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Barru segera melakukan peninjauan lapangan dan memprioritaskan sekolah-sekolah yang memiliki tingkat kerusakan struktural tinggi demi keamanan dan kenyamanan siswa belajar. (mrl)




