Pertamina Mulai Bangun Kilang Bensin di Dumai dan Cilacap Senilai Rp20,4 Triliun

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, CILACAP — PT Pertamina (Persero) resmi melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek kilang bensin di Cilacap, Jawa Tengah, dan Dumai, Riau, sebagai upaya menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Infrastruktur, Proyek, dan Asset Integrity PT Pertamina Patra Niaga Setyo Pitoyo mengungkapkan nilai investasi untuk dua proyek kilang bensin tersebut diperkirakan mencapai US$1,2 miliar atau sekitar Rp20,4 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS).

"Masing-masing kilang itu investasinya sekitar US$600 juta sehingga totalnya akan sekitar US$1,2 miliar. Kurang lebih ya, itu belum termasuk misalkan kami harus melakukan upgrade fasilitas dan lain-lainnya," ujar Setyo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Adapun, fasilitas kilang Pertamina di Dumai dan Cilacap ditargetkan memiliki kapasitas gabungan 62.000 barel per hari. Proyek tersebut diperkirakan mampu menggantikan impor BBM hingga 2 juta kiloliter per tahun serta menyerap ribuan tenaga kerja.

"Berdasarkan pengalaman, ketika kita membangun [kilang] seperti itu, menyerap sekitar 2.000 orang dalam jangka waktu 1 sampai 2 tahun. Kemudian, kalau untuk dampak ekonomi kami harus lakukan perhitungan lebih komprehensif," jelasnya.

Pembangunan kilang di Cilacap dan Dumai itu juga disebut berpotensi menekan impor BBM sekitar US$1,25 miliar per tahun, dengan target mulai beroperasi pada 2030.

Baca Juga

  • Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Danantara Senilai Rp116 Triliun
  • Dari Megaproyek ke Modular, Strategi Baru Kilang RI Buka Peluang Cuan
  • Rusia Minat Bangun Kilang & Storage Minyak Baru di RI, Sejumlah Investor Siap Masuk

Selain proyek kilang di Cilacap dan Dumai oleh Pertamina, sejumlah proyek lain turut melaksanakan groundbreaking pada hari yang sama, salah satunya fasilitas pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan oleh MIND ID dan Pertamina.

Tak hanya itu, terdapat pula pengembangan fasilitas produksi slab baja karbon berbahan bijih besi di Cilegon, Banten oleh Krakatau Steel, serta pembangunan ekosistem dan fasilitas produksi Aspal Buton di Karawang, Jawa Barat oleh Jasa Marga dan WIKA.

Secara keseluruhan, terdapat 13 proyek yang memulai tahap konstruksi dalam seremoni groundbreaking kali ini. Proyek-proyek tersebut berasal dari berbagai sektor hilirisasi di sejumlah wilayah dengan total nilai investasi Rp116 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hapus Perlintasan Sebidang, Pemprov DKI Kebut Pembangunan Flyover di Latumenten
• 40 menit laluidxchannel.com
thumb
China Soroti Kontribusi Whoosh ke Ekonomi RI, Tembus Rp103,46 Triliun
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Emas Dunia Merosot, Pasar Nantikan Sinyal The Fed
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Sempat Gangguan Teknis hingga 24 Jam di Kualanamu, Pesawat Jemaah Haji Tiba Selamat di Madinah
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Dukung Menkomdigi dan PP Tunas, Telkom University Deklarasikan Safe-AI Human-Centric
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.