China Soroti Kontribusi Whoosh ke Ekonomi RI, Tembus Rp103,46 Triliun

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China menyoroti dampak ekonomi dari kehadiran kereta cepat Jakarta—Bandung alias Kereta Cepat WHOOSH Indonesia, yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia hingga US$6 miliar atau setara Rp103,46 triliun (kurs Rp17.243 per dolar AS).

Direktur Utama China International Communications Group (CICG) Chang Bo, mewakili pemerintah China, menyampaikan bahwa kerja sama antara Indonesia dan China bukan hanya membuka lapangan kerja hingga 30.000 orang, melainkan juga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.  

“KCIC bukan hanya mempercepat langkah kehidupan masyarakat Indonesia juga ditambah dengan GDP yang meningkat sampai US$6 miliar,” ujarnya dalam acara Friendship Stories Exchange Event di Stasiun Whoosh Halim, Selasa (28/4/2026).  

Belum berhenti sampai di situ, konektivitas yang lebih cepat ini juga menarik minat perusahaan dari China hingga Selandia Baru untuk membuka proyek di kawasan Industri Karawang. 

Lebih lanjut, Chang Bo menyatakan bahwa Kereta Cepat Jakarta–Bandung merupakan proyek unggulan kerja sama Belt and Road antara China dan Indonesia serta simbol kerja sama berkualitas tinggi kedua negara.  

Sejak mulai beroperasi lebih dari dua tahun lalu, jumlah penumpang telah melampaui 15 juta orang, menjadikannya pilihan penting bagi masyarakat Indonesia dalam bepergian.

Baca Juga

  • Dirut KCIC: Whoosh Angkut 15 Juta Penumpang dalam 3 Tahun
  • Purbaya Singgung Whoosh dan LRT Jabodebek, Proyek Besar yang Tidak Diawasi
  • Danantara: Finalisasi Whoosh Segera Diumumkan, Operasional Tetap di KAI

Proyek ini juga dinilai menjadi bukti nyata kerja sama saling menguntungkan dan kedekatan antar masyarakat kedua negara. Kisah kereta cepat ini merupakan hasil perpaduan teknologi dan perkembangan, sekaligus cerminan pertukaran peradaban China–Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan bahwa Whoosh memberikan dampak meningkatkan perekonomian regional di sekitar stasiun. 

Pembangunan dan operasionalnya membawa dampak luas, termasuk perlindungan lingkungan, pertumbuhan ekonomi, percepatan pembangunan wilayah, serta pengembangan destinasi wisata baru di sepanjang jalur Jakarta–Bandung.

Bahkan Whoosh menjadi ikon untuk menarik wisatawan datang ke Indonesia. Tercermin dari data sepanjang tahun 2025, jumlah penumpang WNA mencapai 401.282 penumpang atau meningkat lebih dari 60% dari 2024 yang sebanyak 251.525 penumpang. 

Pada kesempatan yang sama, dari sisi pengembangan kawasan, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk. Hindarko Hasan menyampaikan bahwa kehadiran Whoosh turut meningkatkan daya tarik wilayah yang sebelumnya belum banyak dikenal, seperti Tegalluar yang kini berkembang menjadi kawasan strategis berbasis stasiun. 

“Aktivitas ekonomi juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, tercermin dari meningkatnya kunjungan ke kawasan Summarecon Bandung yang mencapai lebih dari 1,1 juta pengunjung per bulan pada 2026, dengan lebih dari 25% berasal dari luar kota,” jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tips Ibadah di Madinah saat Cuaca Capai 34 Derajat: Jaga Fisik, Adab, hingga Kesehatan
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Pasar Hunian Makin Kompetitif, Lixil Dorong Inovasi dan Kolaborasi Industri
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Lewat Deadline Lapor SPT 30 April, Segini Besaran Dendanya!
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Estonia Offers Green Shipping and Smart Port Technology to Indonesia
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
SUCOFINDO Perkuat Edukasi Draught Survey untuk Dukung Kepatuhan Maritim
• 15 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.