Mesir, VIVA – Kasus dugaan pelecehan yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry kembali memunculkan sorotan baru. Kali ini, publik dibuat heran setelah seorang ustaz mengaku iseng menghubungi SAM lewat WhatsApp, namun justru mendapat balasan.
Adalah Ahmad Hifzhillah yang membagikan tangkapan layar percakapannya dengan SAM melalui Instagram pribadi. Dalam unggahan tersebut, Hifzhillah awalnya mengaku hanya ingin melakukan tabayun atau meminta klarifikasi langsung terkait kasus yang sedang ramai diperbincangkan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
"Barusan japri ke SAM. Nggak tau kenapa hati kecil ada rasa dorongan pengen tabayyun ke beliau. Menurut temen" gimana? Perlu atau tidak?" tulisnya sebagai caption sambil mengunggah bukti chatnya, dikutip Rabu 29 April 2026.
Namun, setelah dipikir ulang, Hifzhillah merasa langkah itu tak perlu dilanjutkan. Ia menilai sudah ada banyak tokoh agama lain yang lebih berwenang dan memahami persoalan tersebut.
"Tapi kayanya nggak perlu ya, karena sudah ada Asatidz dan lainnya yang lebih berkepentingan serta kompeten dalam menangani kasus tersebut," ujarnya.
Meski begitu, perhatian netizen justru tertuju pada fakta bahwa pesan singkat Hifzhillah ternyata dibalas oleh SAM. Dalam percakapan tersebut, Hifzhillah hanya menanyakan kabar, dan SAM merespons singkat.
"Waslam wr wb, Alhamdulillah sehat," demikian balasan SAM.
Balasan itu langsung memicu tanda tanya netizen. Sebab sebelumnya beredar kabar bahwa sejumlah ustaz dan pihak lain kesulitan menghubungi SAM sejak kasus ini mencuat.
"Nah loh kok kemarin para asatidz menghubungi beliau gak direspon, kok antum bisa dibalas?" komentar netizen itu penasaran.
Tak hanya itu, ustaz lain bernama Muhammad Fakhrurrazi Anshar ikut merespons di kolom komentar dan meminta nomor kontak SAM.
"Minta nomornya akhiii japri yah. Mau menasehati sesama muslim. Terkhusus agar bertanggung jawab saja. Dan jika beliau merasa benar silahkan dihadapi," komentarnya.
Sementara itu, proses hukum terhadap SAM masih berjalan. Bareskrim Polri telah menetapkan Syekh Ahmad Al Misry sebagai tersangka pada Jumat, 24 April 2026.
Di tengah polemik tersebut, SAM diketahui sudah berada di Mesir sejak 15 Maret 2026. Ia membantah kabar melarikan diri dan menyebut keberangkatannya untuk mendampingi sang ibu yang menjalani operasi.





