JAKARTA, DISWAY.ID-- Penanganan korban kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur terus dioptimalkan.
Tim gabungan fokus pada pemulihan korban yang selamat. Hingga saat ini, total korban tercatat sebanyak 106 penumpang, terdiri dari 15 meninggal dunia dan 91 luka-luka.
BACA JUGA:Sosok Finalis Puteri Indonesia 2024 Diduga Jadi Dokter Kecantikan Gadungan, Resmi Ditahan Polda Riau
Terhitung sebanyak 38 penumpang telah diperbolehkan pulang dan sisanya masih dalam perawatan di rumah sakit.
Menhub Dudy Purwagandhi mengungkap, untuk operasional KRL, pembukaan kembali akan dilakukan setelah seluruh aspek keselamatan dinyatakan terpenuhi.
“Termasuk hasil clearance dari KNKT. Saat ini sedang dilakukan uji coba sarana, persinyalan, dan kesiapan stasiun,” ujar Dudy.
BACA JUGA:Ini Identitas Korban Tewas ke-16 Tragedi Kecelakaan Kereta Bekasi, Seorang Perempuan
Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban dan pelanggan yang terdampak.
Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung hingga sekitar 10 jam. Guna memastikan seluruh penumpang dapat tertangani dengan baik.
Hingga kemudian adanya perbaikan sarana, termasuk evakuasi rangkaian KRL yang terdampak.
Dalam proses pemulihan, jalur hilir Bekasi–Tambun telah dibuka sejak Selasa dini hari (27 April 2026) pukul 01.30 WIB. Jalur hulu juga telah dinyatakan aman untuk dilalui dengan pembatasan kecepatan 30 km/jam, sesuai rekomendasi keselamatan.
BACA JUGA:Wapres Dorong BGN Perketat Keamanan Pangan dan Percepat Jangkauan MBG ke 3T
KAI bersama regulator dan pihak terkait terus melakukan evaluasi menyeluruh, baik internal maupun eksternal, serta mendukung penuh proses investigasi oleh KNKT.
Selain itu, KAI dan Kementerian Perhubungan juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan keselamatan, termasuk penertiban perlintasan sebidang dan pemenuhan standar keselamatan di lapangan.
Dalam masa pemulihan ini, KAI menyiagakan dua posko selama 14 hari, yaitu di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban, serta di Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan KA Jarak Jauh yang terdampak, termasuk proses pengembalian bea tiket.
- 1
- 2
- 3
- »





