EtIndonesia. Pada 25 April, kasus penembakan dalam acara White House Correspondents’ Association Dinner terus mengungkap detail baru. Tersangka bernama Cole Thomas Allen, disebut sebagai seorang guru sekaligus insinyur dari California. Keluarganya mengungkap bahwa belakangan ia menunjukkan tanda-tanda tidak biasa.
Akun media sosialnya juga menunjukkan bahwa ia beberapa kali memposting kritik terhadap pemerintahan Donald Trump dan kebijakannya.
Setelah tembakan terdengar, seorang pria langsung berlari ke depan Presiden Trump dan melindunginya dengan tubuhnya. Rekaman ini dengan cepat viral dan banyak warganet menyebutnya sebagai “pahlawan Amerika”.
Menurut seorang pejabat federal, Allen yang berusia 31 tahun tinggal di Torrance, Los Angeles. Pada malam 25 April, ia membawa senapan, pistol, dan pisau, lalu menuju pos pemeriksaan keamanan acara dan terlibat baku tembak dengan aparat sebelum akhirnya dilumpuhkan di tempat.
Penyelidik menyebutkan bahwa Allen telah tiba di Washington beberapa hari sebelumnya dan menginap di hotel Hilton tempat acara berlangsung. Dengan kartu kamar, ia bisa keluar-masuk beberapa lantai hotel, sehingga memiliki kesempatan untuk melewati lapisan keamanan luar saat acara berlangsung.
Sekitar 10 menit sebelum aksi, Allen mengirim surat kepada keluarganya, menyebut dirinya “pembunuh federal yang ramah”, serta meminta maaf kepada orang tua, rekan kerja, murid, dan orang lain atas tindakan yang akan dilakukannya.
Dalam surat tersebut, ia menyatakan ketidakpuasan terhadap pemerintah saat ini, dan menyebut bahwa pejabat pemerintahan Trump adalah target, dengan rencana serangan berdasarkan urutan jabatan dari tinggi ke rendah. Ia juga mengkritik keamanan hotel yang dianggap longgar, bahkan mengaku bisa membawa berbagai senjata tanpa terdeteksi.
Saudara laki-lakinya yang menerima surat tersebut segera melapor ke polisi. Pihak berwenang menyatakan laporan diterima pukul 22.49 malam itu, sekitar dua jam setelah penembakan terjadi.
Adik perempuannya juga mengatakan kepada aparat bahwa Allen belakangan sering mengeluarkan pernyataan ekstrem, bahkan pernah menyebut ingin “melakukan sesuatu” untuk menyelesaikan masalah dunia.
Menurut profil di LinkedIn, Allen lulus dari California Institute of Technology (Caltech) pada 2017 dengan jurusan teknik mesin. Ia sempat bekerja di perusahaan teknik selama setahun, lalu menjadi pengembang game independen dan guru paruh waktu.
Sejumlah guru dan murid menggambarkannya sebagai orang yang cerdas, sopan, dan menguasai banyak bidang. Teman SMA-nya juga mengatakan ia berkepribadian lembut, sehingga mereka sangat terkejut dengan kejadian ini. Tetangganya menyebut ia tinggal bersama orang tua dan cenderung pendiam.
Allen telah muncul di pengadilan federal Washington pada hari Senin, menghadapi berbagai dakwaan termasuk percobaan pembunuhan presiden dan penyerangan terhadap aparat federal, dengan kemungkinan tambahan dakwaan lainnya.
Presiden Trump menyebut pelaku sebagai “orang yang penuh kebencian dan tidak waras”.
Donald Trump: “Dia terlihat sangat jahat. Saat ditangkap, dia berjuang keras. Menurut saya dia orang yang sakit. Siapa yang akan melakukan hal seperti ini? Hanya orang sakit yang melakukannya.”
Perlu dicatat, setelah tembakan terdengar, seorang pria bereaksi sangat cepat dan langsung melindungi Presiden Trump dengan tubuhnya. Rekaman tersebut menjadi viral dan ia dipuji luas sebagai “pahlawan Amerika”.
Reporter NTD Television Liu Jiajia melaporkan dari Amerika Serikat.





