EtIndonesia. Pada Senin (27 April), ketika militer AS memperketat blokade terhadap pelabuhan Iran hingga ekspor minyaknya terhenti dan fasilitas penyimpanan dalam negeri hampir mencapai batas maksimum, perundingan antara AS dan Iran pun menemui jalan buntu.
Di tengah situasi ini, Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya secara terbuka ikut campur dengan menemui Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di St. Petersburg, serta berjanji membantu meredakan konflik.
Sementara itu, akibat mandeknya perundingan, harga Brent Crude Oil pada hari itu melonjak 2,5%, mendekati 108 dolar AS per barel.
Blokade AS Membuat Tangki Minyak Iran Penuh, Pipa Berisiko MeledakPada hari yang sama, banyak kapal tertahan di sekitar Selat Hormuz. Militer AS terus memberlakukan blokade ketat terhadap pelabuhan Iran, sehingga minyak tidak dapat dikirim keluar, dan kapal tanker kosong pun tidak bisa memuat minyak mentah.
Akibatnya, fasilitas penyimpanan minyak di Iran cepat mendekati kapasitas maksimum. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa tekanan minyak yang terlalu tinggi bahkan berpotensi menyebabkan ledakan pada pipa minyak Iran.
Menurut laporan The Wall Street Journal, untuk menghindari gangguan produksi, Iran mulai menyimpan minyak di kapal penyimpanan terapung (floating storage). Selain itu, Teheran juga terpaksa menggunakan cara-cara ekstrem untuk menghemat ruang penyimpanan, termasuk memanfaatkan kontainer dan tangki minyak bekas.
Di tengah tekanan ekonomi maksimum dari AS, negosiasi kedua pihak semakin buntu. Pada akhir pekan lalu, Trump secara tegas menyatakan tidak ingin membuang waktu dan membatalkan jadwal negosiasi utusannya.
Presiden Trump: “Kami memegang semua kartu. Jika mereka ingin berunding, mereka bisa datang atau menelepon kami.”
Putin Turun Tangan, Temui Menlu Iran dan Janji Bantu Penyelesaian KonflikPada Senin, Menteri Luar Negeri Iran Araghchi tiba di St. Petersburg dan bertemu dengan Putin untuk mencari dukungan Moskow.
Vladimir Putin: “Minggu lalu saya menerima surat dari pemimpin tertinggi Iran.”
Putin menegaskan bahwa Rusia dan Iran ingin terus mempertahankan kemitraan strategis, serta berjanji membantu menyelesaikan konflik.
Abbas Araghchi: “Terbukti bahwa Iran memiliki teman dan sekutu seperti Rusia, yang berdiri bersama Iran di masa sulit.”
Pihak Ukraina menyebut Rusia telah memberikan drone yang ditingkatkan dan citra satelit kepada Iran untuk membantu menyerang target militer AS. Selain itu, Rusia juga sedang membangun dua unit baru di satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.
Namun, pengamat mencatat bahwa ini adalah pertama kalinya Putin secara terbuka turun tangan dalam konflik AS–Iran.
Usulan baru Iran dan lonjakan harga minyakMenurut berbagai laporan media, Teheran akhir pekan lalu mengajukan proposal baru yang hanya mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian perang, sementara isu nuklir akan dibahas kemudian.
Akibat mandeknya perundingan AS–Iran, harga Brent pada Senin naik 2,5% hingga mendekati 108 dolar AS per barel—level tertinggi sejak perjanjian gencatan senjata awal bulan ini.
Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan.





