Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Kamis pagi turun 23 poin atau 0,13 persen menjadi Rp17.349 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.326 per USD.
Mengacu data Yahoo Finance, Kamis, 30 April 2026, rupiah turun ke posisi Rp17.319 per USD dibandingkan sebelumnya di posisi Rp17.275 per USD.
The Fed tahan suku bunga
Bank Sentral Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk kembali mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada level 3,5 persen sampai 3,75 persen karena harga energi yang tinggi menambah tekanan inflasi.
"Indikator terkini menunjukkan aktivitas ekonomi telah berkembang dengan kecepatan yang solid. Penambahan lapangan kerja tetap rendah, rata-rata, dan tingkat pengangguran hampir tidak berubah dalam beberapa bulan terakhir. Inflasi meningkat, sebagian mencerminkan kenaikan harga energi global baru-baru ini," kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Xinhua, Kamis, 30 April 2026.
"Perkembangan di Timur Tengah berkontribusi pada tingkat ketidakpastian yang tinggi mengenai prospek ekonomi. Komite memperhatikan risiko bagi kedua belah pihak terkait mandat ganda yang diembannya," lanjut FOMC dalam pernyataan tersebut.
Baca Juga :
Rupiah Parkir di Level Rp17.326/USDPenyebab rupiah turun
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede sebelumnya menyatakan, berhenti atau kemandekan negosiasi perdamaian antara AS dengan Iran menekan nilai tukar rupiah.
"Harga minyak terus meningkat sejak sesi Asia Selasa, 28 April 2026, didorong oleh mandeknya negosiasi perdamaian antara AS dan Iran. Akibatnya, kekhawatiran terhadap inflasi global semakin meningkat, sehingga menekan mata uang Asia, termasuk rupiah," ucap dia kepada Antara, dikutip Kamis, 30 April 2026.
Iran disebut menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz pada pekan ini. Namun sebagian besar pihak di Washington skeptis terhadap proposal tersebut karena melibatkan penundaan pembicaraan tentang aktivitas nuklir di Teheran.
Presiden AS Donald Trump sendiri tak senang dengan proposal terbaru Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang. Sumber-sumber Iran mengungkapkan proposal Teheran menghindari pembahasan program nuklir hingga permusuhan berhenti dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan.




