FAJAR, MAKASSAR — Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana di Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa tidak ada pihak yang bisa bekerja sendiri dalam penanggulangan bencana saat menghadiri Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Jalan Kerung-Kerung (eks THR), Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, perguruan tinggi, hingga masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya nilai kearifan lokal dalam memperkuat solidaritas sosial.
“Siri’ mengajarkan kehormatan untuk melindungi sesama, sementara Pacce mengajarkan bahwa penderitaan satu orang adalah tanggung jawab bersama. Inilah semangat yang harus kita hidupkan,” ujarnya.
Munafri turut mengapresiasi peran BPBD Kota Makassar bersama seluruh pemangku kepentingan yang aktif dalam edukasi kebencanaan.
Ia juga mendorong penguatan program Sahabat Anak Afirmasi Aman Bencana (SALAMA) sebagai langkah strategis membangun kesiapsiagaan sejak usia dini.
Selain itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama.
“Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana,” ujarnya.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Makassar untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat solidaritas, serta berperan aktif dalam setiap upaya mitigasi dan penanggulangan bencana demi keselamatan bersama,” paparnya. (*/)




