Iqbaal Ramadhan Debut di Film Horor, Angkat Realita Mencekam Dunia Kerja

grid.id
11 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Aktor Iqbaal Ramadhan untuk pertama kalinya membintangi film bergenre horor lewat proyek berjudul Monster Pabrik Rambut. Selama ini ia lebih dikenal lewat film drama dan remaja, sehingga langkah ini menjadi perubahan arah yang cukup signifikan dalam kariernya.

Dalam keterangannya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Iqbaal menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam film ini didorong oleh keinginan untuk menghadirkan tontonan yang bisa dinikmati banyak orang. Ia menegaskan bahwa genre horor yang dipilih bukan semata-mata untuk menampilkan ketakutan secara visual, tetapi juga untuk menyampaikan sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Ini pertama kalinya seorang Iqbaal Ramadhan bermain film genre horor. Motivasi utamanya pasti pengen memberikan sebuah hiburan yang bisa dinikmati sama semua kalangan," ujar Iqbaal Ramadhan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (29/4/2026).

Film ini disutradarai oleh Edwin dan diproduksi oleh Palari Films. Menurut Iqbaal, tim kreatif memang ingin menggambarkan situasi lingkungan kerja yang dalam beberapa kondisi bisa terasa “lebih horor” dibandingkan film horor itu sendiri. Pendekatan ini membuat film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai refleksi sosial.

"Kebetulan aja bentuknya horor karena Bung Edwin dan teman-teman dari Palari ingin menggambarkan kondisi dan situasi ruang lingkungan pekerjaan yang ternyata lebih horor daripada film horor itu sendiri," katanya.

Iqbaal menjelaskan bahwa elemen horor dalam film ini berasal dari situasi yang realistis. Ia menyebut beberapa contoh yang sering terjadi di dunia kerja, seperti atasan yang terlalu keras, rekan kerja yang tidak jujur, hingga tekanan berlebihan dari pekerjaan. Kondisi seperti ini, menurutnya, dapat berdampak langsung pada kesehatan mental maupun fisik seseorang. Dengan kata lain, rasa takut yang ditampilkan dalam film ini bukan hanya fiksi, tetapi sesuatu yang bisa dialami banyak orang.

"Situasi horor itu sangat mungkin terjadi, bisa dengan atasan yang killer, kolega yang saling tusuk dari belakang, atau ekspektasi yang dibebani secara berlebih sehingga harus mengorbankan kesehatan mental atau fisik," ujarnya.

Selain itu, Iqbaal juga membagikan pengalaman terkait respons penonton internasional. Film ini sempat diputar di Berlin International Film Festival atau Berlinale. Ia menyebut bahwa penonton di sana memiliki reaksi yang mirip dengan penonton di Indonesia. Mereka bisa memahami dan merasakan tekanan yang digambarkan dalam cerita.

"Respon di Berlinale kemarin, mereka punya kedekatan yang sama dengan apa yang terjadi di dalam film ini," kata Iqbaal.

Menurutnya, fenomena budaya kerja yang menuntut lembur berlebihan hingga mengorbankan diri ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di negara lain. Hal ini membuat pesan dalam film menjadi lebih universal dan mudah diterima oleh audiens yang lebih luas.

 

"Ternyata kultur bekerja lembur sampai mengorbankan diri itu nyampe ke mereka. Perasaan itu ternyata sama dan tembus ke penonton di sana," tuturnya.

Sementara itu, film Monster Pabrik Rambut ini berfokus pada tiga bersaudara, yaitu Putri (Rachel Amanda), Ida (Lutesha), dan Bona (Iqbaal Ramadhan) yang terpaksa bekerja di sebuah pabrik rambut palsu milik Maryati (Didik Nini Thowok) untuk melunasi utang mendiang ibu mereka.

Ibu mereka dikabarkan mati bunuh diri karena kelelahan bekerja siang dan malam, namun Ida meyakini ada kekuatan mistis di balik kematian tersebut. Di pabrik tersebut, mereka mulai menyaksikan berbagai kejadian mengerikan di mana para pekerja yang kurang tidur mulai "dimasuki" oleh sosok monster yang bersembunyi di balik eksploitasi kerja.

Film ini rencananya akan mulai tayang pada 4 Juni 2026 di bioskop.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Desak Pelatih Out, Suporter PSBS Minta Manajemen Ambil Alih: Jangan Keluar dengan Kepala Tertunduk
• 7 jam lalubola.com
thumb
[FULL] Deret Fakta Kronologi Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur, dari Taksi Mogok!
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
BGN: Perputaran dana berkat MBG capai Rp6 triliun per bulan di Jabar
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Erin Berencana Laporkan Balik ART Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
TASPEN Salurkan Rp283 Juta untuk Korban Kecelakaan KRL
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.