Prabowo Genjot Kualitas Rumah Sakit, 21 RSUD Naik Kelas Siap Diresmikan

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto tengah menggenjot kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit dengan upaya menaikkan kelas 66 rumah sakit umum daerah (RSUD). Sebanyak 21 RSUD yang naik kelas pun siap diresmikan Prabowo.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari mengatakan pemerintah tengah berupaya meningkatkan kualitas rumah sakit tipe D dan tipe D pratama menjadi tipe C. Total 66 RSUD yang ditargetkan meningkat kelasnya pada periode 2025–2027.

Secara rinci, RSUD pada 2025 ditargetkan naik kelas. Kemudian, 20 RSUD naik kelas pada 2026, dan 24 RSUD naik kelas pada 2027.

Qodari mengatakan bahwa peningkatan kualitas ini difokuskan kepada rumah sakit di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Dengan begitu, masyarakat yang bermukim di wilayah-wilayah tersebut bisa mengakses layanan poli spesialis secara lebih mudah dan tidak lagi perlu dirujuk ke kota besar untuk mendapatkan penanganan kasus yang kompleks.

"Program ini berpotensi menurunkan risiko keterlambatan penanganan medis, menjadi ancaman di daerah terpencil yang bergantung ke fasilitas rujukan," katanya dalam konferensi pers pada Rabu (29/4/2026).

Lebih dari itu, pasien dari wilayah DTPK dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas lebih dekat dengan tempat tinggal mereka, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi besar untuk dirujuk ke rumah sakit di kota.

Baca Juga

  • Kementerian Kesehatan Dorong Pemanfaatan Teknologi Bedah Robotik di Rumah Sakit Indonesia
  • Kemenkes Larang Rumah Sakit Tolak Pasien BPJS Nonaktif

"Biaya transportasi untuk pasien dari DTPK yang harus dirujuk ke RS besar di kota dapat mencapai Rp2 hingga Rp10 juta per kunjungan, belum termasuk biaya akomodasi dan hilangnya pendapatan selama tidak bisa bekerja," ujarnya.

Adapun, terbaru Prabowo akan meresmikan 21 RSUD yang telah naik kelas pada Mei 2026. Ke-21 rumah sakit akan memiliki layanan spesialis dasar serta kapasitas layanan yang lebih besar.

Ke-21 rumah sakit itu juga rencananya akan dilengkapi dengan tujuh dokter spesialis dasar yang mencakup dokter anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, obgyn, radiologi, dan patologi klinik. Selain itu, fasilitas pada ruang operasi, rawat jalan, rawat inap, radiologi, hingga farmasi juga akan dilengkapi.

Sementara itu, Qodari mengatakan bahwa program peningkatan kualitas rumah sakit juga tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi memberikan dampak ekonomi.

Dari sisi ketenagakerjaan misalnya, peningkatan kelas 66 RSUD diperkirakan dapat menyerap sekitar 20.000 hingga 33.000 tenaga kerja, mengacu kepada kebutuhan rata-rata 300 hingga 500 tenaga kesehatan dan nonkesehatan per rumah sakit.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Raffi Ahmad Tancap Gas Datangi TKP Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi, Kirim Ungkapan Duka ke Keluarga Korban
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Presiden Pastikan akan Investasi Besar-besaran di Sektor Pendidikan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Reformasi Peradilan Militer Mendesak untuk Menjamin Supremasi Sipil
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Telin dan DITO Telecommunity Jalin Kerja Sama, Perkuat Ekosistem Digital Asia
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kecelakaan Kereta Bekasi, Menkes Siapkan RS Rujukan Buat Korban
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.