jpnn.com, JAKARTA - Guru ASN atau Aparatur Sipil Negara, Nurlaela menjadi salah satu korban insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026.
Almarhumah sehari-hari merupakan guru ASN di Sekolah Dasar Negeri Pulo Gebang 11, Jakarta Timur.
BACA JUGA: Kenangan Megawati Bersama Bung Karno Naik Kereta Api
Sebagai bentuk respons cepat, Baran Keoegawaian Negara (BKN) bersama PT Taspen langsung berkoordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh hak ASN yang terdampak dapat terpenuhi sesuai ketentuan manajemen ASN.
Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrullah menyampaikan belasungkawa mewakili seluruh ASN di Indonesia dan memastikan komitmen negara dalam memberikan perlindungan dan penghargaan kepada ASN yang menjadi korban dalam insiden ini.
BACA JUGA: Ketua FSP BUMN Indonesia Raya Tomy Tampatty Tanggapi Insiden Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur, Simak
“Sebagai Kepala BKN, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya ASN dalam insiden ini. Negara akan memastikan korban mendapatkan penghargaan sepantasnya atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Sebagai tindak lanjut konkret, BKN telah menerbitkan pertimbangan teknis terkait pemberian Pensiun Janda/Duda bagi ASN yang meninggal dunia dalam tugas.
BACA JUGA: Taksi Hijau jadi Pemicu Kecelakaan Kereta di Bekasi, DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas
Selain itu, BKN juga menetapkan bahwa pegawai ASN yang menjadi korban insiden ini memenuhi kriteria untuk diberikan kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi sebagai bentuk penghargaan negara.
Selain itu, BKN juga memastikan keluarga yang ditinggalkan memperoleh berbagai hak kepegawaiannya, di antaranya yakni:
* Pensiun janda/duda anumerta sebesar 72% dari dasar pensiun
* Santunan kematian akibat kecelakaan kerja
* Uang duka
* Biaya pemakaman
* Bantuan beasiswa bagi ahli waris
Melalui langkah-langkah ini, BKN menunjukkan perannya tidak hanya sebagai pengelola kepegawaian, tetapi juga sebagai institusi yang hadir memberikan kepastian, perlindungan, dan penghargaan bagi ASN serta keluarganya dalam situasi duka. (esy/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Mesyia Muhammad




