FAJAR, MAKASSAR– Dua pimpinan DPRD Sulsel yakni Ketua Andi Rachmatika Dewi dan Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi Andi Wawo menerima aspirasi para buruh.
Yakni dari Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI) Sulsel saat menyampaikan aspirasinya terkait sejumlah persoalan yang dihadapi kaum buruh di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Rabu (29/4/26).
Salah satu isu utama yang disoroti federasi yakni perubahan sistem pengangkutan barang resi atau barang pikulan di kapal Pelni hingga berat barang bawaan yang kena biaya tambahan.
Ketua FSPMI Sulsel, Fikasianus Iccang menjelaskan bahwa sebelumnya barang resi diangkut secara manual oleh buruh pelabuhan.
Namun, kebijakan baru membuat seluruh proses pengangkutan kini menggunakan alat bantu sehingga mengurangi keterlibatan tenaga buruh.
“Dulu barang resi dipikul oleh buruh, tapi sekarang semua menggunakan alat. Dampaknya tentu pekerjaan buruh menjadi berkurang,” ujar Fikasianus.
Pihaknya juga menyoroti aturan overbagasi di pelabuhan yang dinilai belum jelas. Secara umum, batas maksimal barang bawaan penumpang ditetapkan 40 kilogram.
Barang yang melebihi batas tersebut dikenakan biaya tambahan. Namun di lapangan, ditemukan kasus penumpang tetap dikenakan biaya meskipun berat barang belum mencapai batas maksimal karena pertimbangan volume.
“Kami belum memahami aturan sebenarnya, apakah berdasarkan berat, volume, atau kebijakan di lapangan,” katanya.
Masalah lain yang dikeluhkan adalah area timbangan barang yang dinilai terlalu sempit. Kondisi ini dianggap menghambat aktivitas buruh yang bekerja secara cepat untuk mengejar penghasilan dari bongkar muat barang.
Fikasianus berharap DPRD Sulawesi Selatan dapat menjadi fasilitator untuk menyampaikan aspirasi buruh pelabuhan ke pemerintah pusat.
Menurutnya, banyak kebijakan di pelabuhan berasal dari keputusan pusat sehingga sulit diselesaikan di tingkat daerah.
“Kami berharap DPRD Provinsi bisa menyampaikan persoalan ini ke tingkat pusat, termasuk kepada stakeholder terkait dan direktur perusahaan pelabuhan agar melihat langsung kondisi di Pelabuhan Makassar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, para buruh juga siap memperjuangkan aspirasi mereka hingga ke pusat apabila diperlukan, meski harus dilakukan dengan keterbatasan biaya.
Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi memastikan akan meneruskan aspirasi FSPMI ke pemerintah pusat.
“Sepertinya ini kebijaka pusat yah. Tapi, kami di DPRD Sulsel pasti akan meneruskan aspirasi FSPMI ke pemerintah pusat,” singkat Cicu–sapaan akrab Sekretaris DPW Partai NasDem Sulsel ini.(*)





