JAKARTA, KOMPAS.com - Saat sesuatu tiba-tiba muncul di rel, masinis tak selalu bisa menghentikan kereta seketika seperti kendaraan di jalan raya.
Hal itu diungkapkan Septian Widi Subekti, Masinis Madya UPT Crew KA Tanah Abang, Daop 1 Jakarta, dalam program “A Day With” di kanal YouTubeKompas.com.
“Saya tidak bisa menghentikan kereta secepat itu, seperti mobil,” ujar Widi, dikutip dari tayangan video tersebut, Rabu (29/4/2026).
Perlu dicatat, wawancara ini merupakan bagian dari konten feature “A Day With”Kompas.com dan tidak berkaitan dengan peristiwa kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
Widi pun menceritakan pengalaman ketika menghadapi situasi darurat di lintasan.
Baca juga: Sopir Taksi Green SM Diperiksa Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Hari Ini, Masinis Besok
Saat itu, seorang pelajar tiba-tiba menyeberang rel ketika kereta yang ia kemudikan sedang melaju.
“Saya lagi fokus ke depan, tiba-tiba ada anak sekolah menyeberang,” kata dia.
Menurut Widi, dalam kondisi seperti itu, masinis tidak memiliki banyak pilihan karena karakteristik kereta yang membutuhkan jarak panjang untuk berhenti.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat baginya akan besarnya tanggung jawab yang diemban seorang masinis.
Ia menegaskan, profesi ini bukan sekadar mengoperasikan kereta, tetapi membawa amanah keselamatan ratusan penumpang.
“Masinis itu bukan sembarang profesi, karena ada kebanggaan tersendiri karena bawa amanah pelanggan sampai tujuan,” kata Widi.
Baca juga: Tragedi di Rel Kereta Terjadi Lagi...
Ketertarikannya pada dunia perkeretaapian sudah muncul sejak kecil. Ia mengaku sering melihat kereta melintas dan bercita-cita menjadi masinis.
Untuk mewujudkannya, Widi mengikuti proses rekrutmen pada 2015 dengan serangkaian seleksi ketat, mulai dari tes kesehatan, psikotes, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan akhir.
Sebelum menjalankan tugas, seorang masinis juga harus melalui berbagai tahapan, mulai dari memastikan kondisi fisik dan mental, melapor ke penyelia, hingga menjalani asesmen pra-dinas.