16 Orang Tewas dalam Kecelakaan KRL di Bekasi, Dedi Mulyadi Soroti Banyak Perlintasan Tanpa Palang Pintu Resmi: Perlu Evaluasi!

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi baru-baru ini menyoroti soal banyaknya perlintasan kereta api di Indonesia yang tidak dilengkapi palang pintu resmi. Padahal, perlintasan itu kerap digunakan masyarakat sebagai jalur kendaraan.

Adapun sorotan itu muncul setelah terjadinya insiden kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Bekasi. Insiden kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/04/2026) malam itu bahkan sampai memakan korban hingga 16 orang.

“16 orang meninggal dunia. Update tanggal 29 April 2026 jam 11.00 WIB untuk satu pasien meninggal dunia atas nama MC,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dikonfirmasi Kompas.com.

Terkait tragedi kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi itu, baru-baru ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendukung investigasi mendalam oleh pihak berwenang. Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga menyoroti soal banyaknya perlintasan kereta api di Indonesia yang tidak dilengkapi palang pintu resmi.

Hal ini disampaikan saat Dedi melayat ke rumah duka almarhumah Nurlaela, korban kecelakaan KRL Commuter Line di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

"Ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dan ditangani bersama."

"Salah satunya ialah jalur perlintasan kereta api yang masih banyak jalur lintasan tidak resmi. Sehingga tidak dilengkapi palang pintu otomatis resmi," katanya di Cikarang, Selasa (28/4/2026) dikutip dari Kompas.com.

Menurut Dedi, banyaknya perlintasan tanpa palang pintu membuat potensi kecelakaan semakin tinggi. Apalagi, di wilayah yang padat penduduk dengan mobilitas tinggi.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa KDM itu menegaskan jika masalah ini harus jadi perhatian semua pihak. Menurutnya, perlu adanya kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, operator kereta api, hingga masyarakat.

 "Kita semua harus secara bersama-sama untuk menyelesaikan masalah ini, membebaskan problem kecelakaan, termasuk palang pintu yang tidak resmi, banyak perlintasan tidak resmi, tidak menggunakan palang pintu keselamatan kereta api," katanya.

Dedi juga berharap masyarakat sekitar perlintasan bisa membantu menjaga keselamatan dan tidak membuka akses ilegal di jalur kereta.

Terkait tragedi kecelakaan KRL di Bekasi yang memakan banyak korban jiwa, Dedi Mulyadi menyatakan dukungan tegas untuk investigasi medalam antara pihak terkait. Ia tak ingin kecelakaan serupa terjadi lagi di Tanah Air.

"Investigasi harus dilakukan dengan baik sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa," katanya.

Dedi Mulyadi Ungkap Rencana Pembangunan Flyover Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Dedi Mulyadi ungkap pembangunan flyover di lintasan kereta api yang menyebabkan tabrakan antara kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, harus dipercepat. Walau sudah direncanakan, Dedi menyebut prosesnya masih berada pada tahap revisi Detail Engineering Design (DED).

"Sebenarnya kan rencananya sudah ada di Provinsi, sedang revisi dari DED-nya. Ya kita percepat saja, mudah-mudahan bisa tahun ini kita dorong untuk segera teralokasikan dengan baik," ujar Dedi, Selasa (27/4/2026) dilansir TribunJabar.ID.

"Disusul alokasi berikutnya di (anggaran) perubahan," katanya.

Selain percepatan infrastruktur, Dedi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan korban meninggal dan luka-luka.

"Kami memberikan santunan bagi yang meninggal itu Rp50 juta, warga mana pun, karena itu terjadinya lokusnya di Jawa Barat. Kemudian yang di rumah sakit saya sudah ngomong ke Wali Kota, sudah biar rumah sakitnya kita tanggung bersama," ucapnya.(*)

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saling Sikut di Bursa Transfer, AC Milan dan Juventus Berebut Tanda Tangan Goncalo Ramos 
• 3 menit lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Ziarah ke Makam Kakek-Nenek: Tempat Ini Tersimpan Sejarah Keluarga
• 23 jam laludetik.com
thumb
Dirut KAI soal Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah: Kami Tak Bedakan Keselamatan Laki-Perempuan
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Hari Ini Radio SS Terima Laporan Kehilangan Dua Sepeda Motor, Salah Satunya Milik Driver Ojol
• 38 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Dicibir karena Sama-sama Disabilitas, Pasutri di Kudus Terus Berjuang demi Anak
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.