Bisnis.com, MAKKAH — Jelang pergeseran jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah, semakin banyak jemaah yang menggunakan jasa kargo untuk mengirim oleh-oleh ke Tanah Air. Tren pengiriman itu meningkat seiring upaya jemaah mengurangi beban bawaan, sehingga bisa lebih fokus beribadah di fase puncak haji.
Memasuki akhir masa tinggal di Madinah, jemaah mulai memanfaatkan layanan pengiriman barang untuk mengirim buah tangan lebih awal ke Indonesia. Langkah ini dinilai lebih praktis sekaligus menghindari risiko kelebihan bagasi saat kepulangan.
Astuti, jemaah asal Pinrang, Sulawesi Selatan, mengaku telah berbelanja hingga sekitar Rp9 juta untuk membeli berbagai oleh-oleh khas Arab Saudi. Dia memilih mengirimkan barang tersebut melalui kargo agar tidak lagi terbebani saat berpindah ke Makkah.
"Sengaja pilih kargo sekarang, supaya nanti di Makkah sudah tidak pikir belanja lagi, tapi fokus sepenuhnya untuk ibadah," ujar Astuti, dikutip pada Rabu (29/4/2026).
Hal serupa disampaikan jemaah haji lainnya, Megawati, yang menilai pengiriman lebih awal menjadi strategi untuk memaksimalkan waktu ibadah di Masjidilharam tanpa terganggu urusan logistik.
Sementara itu, jemaah lainnya, Muhamad Darwis, mengaku telah mengirimkan sekitar 10 kilogram barang berupa kurma dan pakaian khas Madinah. Dia memilih kargo untuk menghindari kerepotan saat perpindahan antar kota.
Baca Juga
- Jemaah Haji Indonesia Masuk Makkah Mulai Besok, Bersiap Jalankan Rukun Haji
- Asuransi Jemaah Haji Dapat Klausul Khusus, Tambahan Proteksi Heat Stroke saat Puncak Haji
- Ada 56 Unit Bus Khusus Jemaah Haji Disabilitas, Bisa Dipanggil Langsung ke Halte Dekat Hotel
“Saya lebih pilih kargo karena praktis dan saya percaya barang bisa sampai langsung ke rumah di Bone,” katanya.
Meningkatnya permintaan layanan ini turut dirasakan oleh penyedia jasa. Petugas Kargo Haji PT Pos Indonesia, Abdul Ghani, mengatakan bahwa tren pengiriman tahun ini cukup meningkat, seiring kesadaran jemaah terhadap efisiensi logistik.
Menurut dia, Pos Indonesia telah memasuki tahun ketiga dalam penyelenggaraan layanan kargo khusus haji dengan jangkauan pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia.
“Kami melayani seluruh rute di Indonesia dengan estimasi waktu pengiriman antara 7 hingga 14 hari sampai ke alamat tujuan. Untuk tarifnya, rata-rata dipatok sebesar 23 riyal per kilogram,” ujarnya.
Dengan adanya layanan tersebut, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman tanpa terbebani barang bawaan selama berada di Makkah, terutama menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).




