"Tak Boleh Lagi Ada Ormas dan Premanisme Kuasai Aset-aset Umum untuk Kepentingan Dirinya"

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya tak mau lagi ada organisasi masyarakat (ormas) yang menguasai sejumlah fasilitas umum untuk kepentingan pribadi.

Hal itu disampaikan Dedi usai muncul isu palang pintu pelintasan sebidang di Jalan Ampera, Bekasi, yang menjadi lokasi taksi Green SM ditabrak kereta rel listrik (KRL), dikuasai oleh ormas.

"Seluruh Polres Bekasi Kota segera ambil tindakan hari ini, ini permintaan gubernur Jabar tidak boleh lagi ada ormas, ada premanisme yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya," ucap Dedi kepada wartawan di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026) dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.

Baca juga: Rano Karno Soroti Pelintasan Kereta Tanpa Penjaga di Jakarta

Dedi menyampaikan, lokasi pelintasan sebidang di Jalan Ampera akan dibangun flyover sehingga tidak lagi diperlukan palang pintu.

Namun, dalam jangka pendek, pelintasan sebidang tersebut perlu dilengkapi palang pintu untuk meningkatkan keselamatan.

"Dalam seminggu ini (palang pintu pelintasan) harus sudah terpasang," katanya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, Dinas Perhubungan telah mengambil alih penjagaan pelintasan yang sebelumnya dikuasai pihak non-resmi.

"Dishub hari ini sesuai dengan arahan Pak Gubernur, Dishub sudah mengambil alih untuk jaga pelintasan di dua pintu itu, di Ampera dan Bulak Kapal. Sementara, masih pakai (palang) manual," ucap Tri dalam kesempatan yang sama.

Tri menegaskan, pengambilalihan ini merupakan langkah awal untuk memastikan pengelolaan pelintasan sebidang berada di bawah otoritas resmi, sekaligus mencegah praktik pungutan atau penguasaan aset publik oleh kelompok tertentu.

Baca juga: Taksi Green SM Sampaikan Duka bagi Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Sebelumnya, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin malam.

Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.

Kecelakaan tersebut menyebabkan 16 orang perempuan penumpang KRL tewas. Kemudian puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Para korban saat ini menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seorang Kuli di Wonokusumo Surabaya Dibacok hingga Meninggal, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menteri PPPA Dikritik Usai Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Dirut KAI Skakmat Balik: Kami Tidak Membedakan Gender
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Serba-serbi Gerbong Perempuan KRL usai Kontroversi Usul Menteri PPPA
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Hakim Tegur Tentara di Sidang Kasus Penyiraman Air Keras: Jangan Melamun
• 22 jam laludetik.com
thumb
Pink Spiders Tolak Berikan Pemainnya ke Red Sparks Sebagai Kompensasi Transfer Pyo Seung-ju, Sebagai Gantinya...
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.