Grid.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi jadi sorotan usai usul gerbong wanita dipindah ke tengah. Usulan itu dilontarkan Arifah setelah melihat fakta bahwa mayoritas korban tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur adalah perempuan.
Menurut Arifah, posisi paling depan dan belakang memiliki risiko yang lebih tinggi saat terjadi benturan. Oleh karena itu, ia meminta agar gerbong wanita dipindah ke bagian tengah.
“Jadi yang laki-laki di ujung. Yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” kata Arifah Fauzi dilansir TribunStyle.com.
Namun, usulan itu langsung menuai kritikan pedas dari netizen dan banyak pihak. Salah satu kritikan itu datang daro pengamat transportasi, Azas Tigor Nainggolan. Ia menilai usulan Menteri PPPA itu kurang tepat dan tidak perlu ditanggapi.
“Pernyataan Menteri PPPA itu ngaco ya, menurut saya, dan enggak perlu ditanggapi. Itu tidak perlu menjadi pertimbangan mengenai gerbong wanita dipindah ke tengah,” ujar Azas.
“Di Pasal 3-nya itu dikatakan bahwa penyelenggaraan perkeretaapian itu ya, perkeretaapian nasional dilakukan dengan berkeselamatan, aman, dan nyaman. Jadi persoalannya bukan posisi gerbong,” tegasnya.
Menteri PPPA dikritik usai usul gerbong wanita dipindah ke tengah, baru-baru ini Dirut KAI juga memberi tanggapan. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa PT KAI memprioritaskan keselamatan semua penumpang tanpa membedakan gender laki-laki atau perempuan.
"KAI menjamin keselamatan, bagi kami keselamatan tidak ada toleransinya, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan gender laki-laki dan perempuan," ucapnya dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.
Bobby menjelaskan soal penempatan gerbong perempuan yang selama ini ada di bagian paling belakang. Ia menyebut hal itu dilakukan demi memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi wanita.
"Jadi selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga," paparnya.
Meski begitu, Bobby menegaskan bahwa prioritas utama PT KAI adalah keselamatan untuk seluruh penumpang. PT KAI tidak menoleransi untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan baik gender laki-laki atau perempuan.
"Kami tidak ada toleransi sama sekali pun untuk melanggar atau menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan, pengguna jasa PT Kereta Api Indonesia, baik itu gendernya laki-laki maupun perempuan," tegasnya.
"Baik selama masa pemulihan maupun setelah masa pemulihan ini. Dalam masa pemulihan, kami membuka dua posko tanggap, satu di Stasiun Bekasi Timur dan satu lagi di Gambir selama 14 hari ke depan," ujar Bobby.
Menteri PPPA Dikritik Usai Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah
Ucapan Menteri PPPA soal pemindahan gerbong wanita menuai kritikan pedas dari berbagai pihak. Salah satunya adalah artis Gilang Dirga.
Melalui unggahan akun Instagramnya, Gilang menyayangkan soal usulan dari Menteri PPPA. Menurutnya, usulan itu tidak mewakili pemerintahan yang baik.
"Saya berduka dengan kejadian yang menimpa saudara kita di Bekasi Timur. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada keluarga korban, ijinkan saya memberikan saran untuk menteri PPPA @arifah.fauzi yang kualitasnya ternyata tidak sesuai ekspektasi saya. Statement anda yang mengusulkan bahwa gerbang perempuan akan pindah ketengah sementara laki-laki diujung menurut saya sangat tidak mencerminkan seseorang yang berdiri di garda terdepan untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Seolah-olah di mata anda laki-laki tidak berharga," ungkap Gilang Dirga dalam akun Instagram-nya, Rabu (29/4/2026).
"Berarti menurut saya anda sudah menyinggung beberapa pihak. 1. Laki-laki. yang anda anggap tidak berharga karena statement tersebut seolah mengatakan “laki-laki tidak apa-apa jadi korban, yang penting perempuan aman”. 2. Perempuan. yang selama ini berjuang untuk terciptanya emansipasi wanita. seolah anda mengatakan perempuan lebih lemah maka harus dilindungi. padahal saya kenal dengan banyak perempuan hebat yang mampu untuk berjuang demi keluarganya."
"3. Pihak KAI yang tentunya mungkin memiliki usul yang lebih solutif dibandingkan statement anda. seperti memperbaiki sistem sensor dan komunikasi.4. Keluarga korban. yang tentunya tidak ingin agar hal tersebut terulang kembali. KEPADA SIAPAPUN. MAU LAKI-LAKI ATAUPUN PEREMPUAN. 5. terakhir, Presiden @prabowo . Yang telah menjadikan anda menteri yang beliau yakini mampu menjadi seorang “ibu” dengan cara menjadikan anda menteri yang dianggap layak mewakili departemen yang anda naungi."
"Sampai kapan kita harus selalu disuguhkan dengan buruknya cara berkomunikasi dan public speaking pejabat seperti anda? apakah masih ada pejabat yang betul-betul bicara dengan “hati”?" ujar Gilang Dirga. (*)
Artikel Asli




