Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memuji tentaranya yang bunuh diri di perang Ukraina. Tentara-tentara Korut itu ditugaskan untuk membantu pasukan Rusia di wilayah Kursk.
Dilansir Al Arabiya English, Rabu (29/4/2026), Korea Utara telah mengirimkan sekitar 14.000 tentara untuk bertempur bersama pasukan Rusia melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk. Pejabat Korea Selatan, Ukraina dan Barat menyebut Korea Utara telah menderita banyak korban jiwa dengan lebih dari 6.000 tentara tewas dalam pertempuran tersebut.
Bukti laporan itu juga semakin banyak, termasuk dari laporan intelijen dan kesaksian para pembelot. Tentara-tentara Korea Utara juga disebut melakukan peledakan diri sendiri atau bentuk bunuh diri lainnya daripada ditangkap pasukan Ukraina.
Kim memuji tentaranya yang tewas di perang tersebut dalam pidato yang ditujukan kepada para pejabat Rusia dan keluarga yang berduka pada upacara penyelesaian monumen untuk menghormati tentara Korea Utara. Media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan Kim memuji mereka sebagai pahlawan.
"Bukan hanya para pahlawan yang tanpa ragu memilih jalan penghancuran diri dan bunuh diri untuk membela kehormatan besar, tetapi juga mereka yang gugur saat menyerbu di garis depan pertempuran," kata Kim.
Kim mengatakan mereka yang selamat juga adalah para patriot. Dia mengatakan tentara Korut itu telah berjuang sebagai patriot setia partai.
"Mereka yang merintih frustrasi karena gagal memenuhi tugas mereka sebagai tentara daripada menderita kesengsaraan tubuh mereka yang hancur oleh peluru dan bom -- mereka pun dapat disebut sebagai pejuang dan patriot setia partai," katanya.
(amw/amw)





