Imran Nahumarury Minta Maaf Usai Semen Padang Alami Lima Kali Kekalahan Kelima Beruntun

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Performa Semen Padang FC kian mengkhawatirkan di penghujung musim Super League 2025-2026. 

Bermain di hadapan suporter sendiri di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026), Kabau Sirah kembali menelan pil pahit setelah takluk 0-1 dari rival papan bawah, Madura United FC.

Gol semata wayang dalam laga tersebut dicetak Jose Brandao Junior pada menit ke-15 melalui sundulan tajam yang tak mampu diantisipasi lini belakang Semen Padang. 

Kekalahan ini sekaligus memperpanjang tren buruk menjadi lima kekalahan beruntun, membuat posisi mereka semakin terancam di zona degradasi.

Saat ini Semen Padang tertahan di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin dari 30 pertandingan. Jarak poin yang cukup jauh dari zona aman membuat situasi tim semakin genting dengan hanya menyisakan empat laga tersisa musim ini.

Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, tak menutupi kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia bahkan secara terbuka meminta maaf kepada para pendukung dan masyarakat Sumatera Barat.

“Pertama tentunya saya mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat. Segala upaya sudah kami lakukan, tapi faktanya kita kalah. Saya tidak mau salahkan siapa-siapa. Ini kesalahan saya sebagai pelatih,” ujar Imran usai pertandingan.

Meski enggan menyalahkan pemain secara langsung, Imran mengakui tidak semua anak asuhnya tampil maksimal di laga krusial tersebut. Ia menilai faktor mental menjadi salah satu penyebab utama kegagalan tim meraih poin.

“Saya lihat, ada beberapa pemain tampil maksimal, ada yang tidak. Tapi saya sudah sampaikan tidak akan salahkan pemain. Ini tanggung jawab saya sebagai pelatih. Kita sudah perbaiki attacking, defending, transisi. Namun memang mentalitas yang akhirnya bicara,” ungkapnya.

Situasi ini membuat peluang Semen Padang untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia semakin tipis. Meski demikian, Imran menegaskan dirinya tidak akan menyerah hingga kompetisi benar-benar berakhir.

“Secara kalkulasi matematika memang demikian (dekat dengan degradasi). Namun saya punya tanggung jawab pada kondisi apapun itu. Saya akan terus sampai akhir kompetisi,” tegasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa jadwal padat menjadi alasan utama menurunnya performa tim. Menurutnya, semua tim mengalami kondisi serupa sehingga faktor tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Resep Pancake Simpel yang Bisa Kamu Coba di Rumah
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Maluku Perkuat Sinergi dengan Media Makassar Lewat Kolaborasi
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Pemerintah Akan Tentukan Orang yang Pantas Menyandang Status Aktivis HAM
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Energi Paling Lambat 2029
• 10 jam lalumatamata.com
thumb
Dari Aspal ke Andesit, Penataan Gedung Sate-Gasibu Tuai Polemik
• 12 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.