Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran telah menyebabkan harga energi dan pupuk melonjak. PBB memprediksi keadaan tersebut bisa menyebabkan 32 juta orang jatuh miskin di 160 negara.
"Ini adalah pembangunan terbalik," kata Kepala Program Pembangunan PBB (UNDP), Alexander De Croo, dilansir AFP, Rabu (29/4/2026).
"Butuh waktu puluhan tahun untuk membangun masyarakat yang stabil, untuk mengembangkan ekonomi lokal, dan hanya butuh beberapa minggu perang untuk menghancurkannya," tambahnya.
Dia menyebut pihaknya telah melakukan studi setelah enam minggu perang berkecamuk. Hasil studi tersebut menunjukkan akan ada 32 juta orang jatuh miskin gegara perang AS-Israel dan Iran.
"Kami melakukan studi setelah enam minggu perang dan memperkirakan bahwa bahkan jika konflik berakhir pada saat itu, 32 juta orang akan terdorong ke dalam kondisi rentan di 160 negara," kata De Croo.
(maa/ygs)





