Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah menempatkan penyelenggaraan ibadah haji 2026 dalam situasi siaga. Rindu ke tanah suci kini dibayangi rasa khawatir terkait aspek keamanan terutama bagi calon jemaah haji yang akan berangkat menuju tanah suci.
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Muhammad Irfan Yusuf menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 tetap berjalan sesuai jadwal di tengah situasi konflik regional di Timur Tengah. Gus Irfan juga memastikan bahwa seluruh jemaah Indonesia mendapatkan perlindungan, pelayanan, dan keamanan terbaik selama menjalankan ibadah.
Selain itu, koordinasi dengan Otoritas Arab Saudi juga diperkuat untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia selama berada di tanah suci.
Kini di tengah gemuruh konflik yang masih menyelimuti Timur Tengah, niat suci jemaah haji dari berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia menjadi secercah cahaya perdamaian.




