JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan operator kereta dalam rangka meningkatkan keamanan transportasi berbasis rel itu.
Pernyataan Kenneth tersebut tak terlepas insiden kecelakaan kereta antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
"Ini tak boleh terulang. Transportasi publik harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan untuk masyarakat. Harus adanya peningkatan koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator kereta," kata Kenneth kepada Kompas.com, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: “Saya Tak Bisa Hentikan Kereta Secepat Mobil”
Kenneth menegaskan, keselamatan pengguna jasa kereta api harus menjadi prioritas utama, sehingga diperlukan langkah terpadu dalam pembenahan sistem dari berbagai sisi.
“Keselamatan pengguna jasa kereta api harus menjadi prioritas utama. Ini mencakup pembaruan teknologi persinyalan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan sistem pengawasan operasional,” katanya.
Kenneth juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional perkeretaapian, termasuk pengawasan lintasan dan pengaturan jalur yang dinilai masih memiliki titik rawan.
“Tidak cukup hanya mengandalkan penanganan pascakejadian. Harus ada evaluasi menyeluruh dari hulu ke hilir, termasuk sistem pengendalian perjalanan kereta dan pengawasan lintasan,” ucap Kenneth.
Baca juga: Taksi Green SM Sampaikan Duka bagi Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Sebagai informasi, kecelakaan terjadi antara KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB
Insiden itu terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di KM 28+920.
Akibat kejadian tersebut, para korban langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.
Hingga saat ini, tercatat 16 orang meninggal dunia dan 90 lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebutkan, empat dari 14 korban tewas merupakan warga DKI Jakarta.
“Walaupun yang satu ada guru dia tinggal di Cikarang, saya enggak sempat datang ke rumah beliau tapi kepala dinas sedang menuju ke sana,” ujar Rano.
Baca juga: Di Balik Laju Kereta, Ada Masinis yang Jaga Ratusan Nyawa
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung bergerak membantu penanganan pascakecelakaan sejak malam kejadian.
Selain membantu di lokasi kejadian, Pemprov DKI juga memastikan dukungan bagi keluarga korban, termasuk dalam proses pemakaman.
Pascaperistiwa tersebut, Rano menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
"Ya sekali lagi inilah musibah yang memang tidak bisa kita hindari, tapi mudah-mudahan bisa harus segera dievaluasi," kata Rano.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




