SLEMAN, KOMPAS.TV - Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis menegaskan tidak ada ruang untuk bermain setengah hati di laga pamungkas Pegadaian Championship 2025-2026 melawan PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (3/5/2026).
Ia menuntut seluruh pemain tampil all out sejak menit pertama.
"Yang pasti kita harus bermain dengan all out. Tidak ada cerita pemain berjalan kaki. Semua pemain mau terlibat dalam permainan, dan dari menit-menit awal kita akan melakukan tekanan," kata Ansyari usai latihan rutin, Rabu (29/4).
Ditanya apakah PSS akan bermain bertahan jika sudah unggul, Ansyari menolak tegas.
"Enggak, kita enggak berandai-andai. Yang pasti kita harus memenangkan pertandingan."
Pernyataan itu juga menjadi respons atas evaluasi laga sebelumnya melawan Persiba Balikpapan, di mana Ansyari mengakui beberapa pemain tampil di bawah standar karena tekanan mental.
"Ada beberapa pemain yang nervous. Jadi tekanan itu yang harus kita hilangkan dari pemain," ujarnya.
Baca Juga: Laga Pamungkas PSS vs PSIS Dibuka untuk 16.000 Penonton, Semua Tribun Maguwoharjo Terpakai
Laga pamungkas kali ini justru hadir dengan tekanan yang lebih besar.
Seluruh tribun Maguwoharjo dibuka dengan kuota 16.000 penonton setelah manajemen PSS mendapatkan rekomendasi kepolisian.
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- PSS Sleman
- Ansyari Lubis
- PSIS Semarang
- Pegadaian Championship
- pss vs psis
- persipura jayapura





