Kampung Es Teh Gentong Manggarai Jaksel, Bertahan di Tengah Gempuran Minuman Kekinian

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah menjamurnya gerai minuman kekinian di berbagai sudut Jakarta, es teh gentong tetap bertahan sebagai minuman favorit warga RW 07, Manggarai, Jakarta Selatan.

Es teh gentong adalah minuman teh manis dingin yang disajikan dengan es batu, umumnya dibuat dalam jumlah besar dan dijual dalam kemasan sederhana seperti plastik, khas dijajakan di warung-warung tradisional.

Minuman sederhana ini bahkan menjadi identitas kawasan tersebut, yang oleh warga setempat dijuluki sebagai “Kampung Es Gentong”.

Baca juga: Mimpi Pramono Sulap Bantaran Kali Ciliwung Jadi Tempat Nongkrong Kekinian

Setiap pagi, aroma rebusan teh tercium dari warung-warung sederhana yang tersebar di setiap gang RW 07. Sejak pukul 09.00 WIB, para pedagang mulai memindahkan rebusan teh dari panci ke ember plastik bening berukuran lima liter.

Setelah itu, air teh panas dicampur dengan gula pasir, lalu diaduk hingga merata sebelum dijual. Para pedagang juga menghancurkan belasan es batu yang kemudian disimpan di dalam termos besar sebagai stok.

Setelah teh manis dan es batu siap, barulah warung sederhana tersebut dibuka. Tidak jarang, para pembeli sudah menunggu sebelum es teh gentong siap dijual. Es teh gentong seharga Rp 2.000 itu dikemas dalam plastik bening berukuran setengah kilogram.

Sebagian pembeli meminta plastik diikat dengan karet agar mudah dibawa bepergian, sementara yang lain langsung meminumnya menggunakan sedotan plastik.

Disebut kampung es gentong

Banyaknya pedagang membuat warga menyebut kawasan ini sebagai Kampung Es Gentong.

"Bisa jadi kampung es gentong hampir seluruh tiap gang, dari anak kecil, balita sampai orang tua hampir minumnya es teh," ungkap salah satu warga bernama Yati (53) ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Rabu (28/4/2026).

Ia bercerita, sejak kecil pedagang es teh gentong sudah ada di lingkungannya, jauh sebelum minuman kekinian seperti teh Solo hingga kopi bermunculan.

Dulu, pedagang es teh gentong yang cukup terkenal di kawasan ini merupakan warga Cirebon, Jawa Barat.

Baca juga: Surga Kuliner Malam Blok M, dari Makanan Tradisional hingga Kekinian

Pedagang tersebut menggunakan teh Golpara bubruk yang dicampur dengan gula batu khas Cirebon yang dibawa langsung dari kampung halamannya.

Saat itu, harga es teh masih sekitar Rp 500 per plastik, kemudian naik menjadi Rp 1.000 seiring waktu. Namun, pedagang tersebut akhirnya pindah rumah dan warungnya tutup, meski tetap dicari pelanggan.

Sejak saat itu, banyak warga terinspirasi untuk berjualan es teh gentong, meski kini menggunakan gula pasir sebagai pengganti gula batu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebagian besar pedagang es teh gentong di wilayah ini juga menjual makanan atau minuman lain. Beberapa pedagang menawarkan es teh manis bersama gorengan seperti tempe, tahu, bakwan, dan risol.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Finalis Putri Indonesia Riau Ditetapkan Tersangka 'Dokter Gadungan'
• 20 jam laluokezone.com
thumb
KPK Periksa Mantan Sopir Lukas Enembe
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Drama Dua Penalti: Arsenal dan Atletico Madrid Berbagi Angka di Leg Pertama
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Wamendagri dan Bupati Tangerang bahas aglomerasi Jabodetabekpunjur
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Pegadaian Luncurkan Gerakan PURE Movement sebagai Aksi Nyata Peduli Bumi
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.