Liputan6.com, Jakarta - Akademisi Hubungan Internasional dari Universitas Bakrie Yuda Kurniawan merespons soal rencana pemberian akses terhadap pesawat udara asing di ruang udara Indonesia atau blanket overflight.
Yuda menilai, kebijakan tersebut perlu dikaji secara komprehensif agar tetap sejalan dengan prinsip politik luar negeri (polugri) bebas aktif yang selama ini menjadi pijakan Indonesia.
Advertisement
"Setiap langkah strategis di sektor pertahanan dan keamanan tidak boleh dilepaskan dari prinsip dasar kebijakan luar negeri nasional," kata Yuda yang hadir dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, seperti dikutip Kamis (30/4/2026).
"Pertanyaannya, apakah rencana ini benar-benar selaras dengan politik bebas aktif, atau justru berpotensi menarik Indonesia ke dalam pusaran rivalitas global," sambung dia.
Menurut Yuda, kesiapan sumber daya pertahanan juga menjadi faktor krusial. Indonesia, kata dia, perlu memastikan memiliki kapasitas pengawasan dan penegakan hukum udara yang memadai sebelum membuka akses lebih luas bagi pihak asing.
"Hal ini mencakup kesiapan alutsista, seperti radar dan pesawat interceptor, serta sistem komando dan kontrol yang terintegrasi," ucap Yuda.




