Prabowo Subianto Menegaskan Konflik Global Picu Kenaikan Harga Pangan dan Energi di Indonesia

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyatakan konflik global seperti di Ukraina dan Gaza berdampak langsung pada kenaikan harga pangan dan energi di Indonesia.

Prabowo mengungkapkan bahwa dinamika geopolitik dunia, termasuk konflik di Ukraina, Gaza, serta ketegangan di Teluk Persia antara Iran dan Amerika-Israel, turut menekan stabilitas ekonomi nasional.

Ia mengatakan, "Apa yang terjadi di belahan jauh bumi kita, berpengaruh kepada kita. Apa yang terjadi di Ukraina berpengaruh kepada kita, berpengaruh kepada harga jagung, harga gandum, harga minyak," ungkapnya.

Kenaikan harga komoditas penting di dalam negeri disebut sebagai imbas langsung dari ketidakstabilan global yang terus berlangsung.

Dampak Global dan Ketahanan Ekonomi

Pemerintah dinilai perlu memperkuat fondasi ekonomi mandiri agar tidak terlalu bergantung pada dinamika global yang sulit diprediksi.

Prabowo membandingkan kondisi Indonesia dengan sejumlah negara konflik seperti Lebanon, Sudan, Somalia, Yaman, dan Afghanistan yang menghadapi ketidakstabilan berkepanjangan.

Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan nasional sebagai modal utama pembangunan ekonomi.

"Bukalah berita, lihatlah, kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia sekarang. Perdamaian sangat mahal, kita jaga bangsa kita," ujarnya.

Hilirisasi dan Nasionalisme Ekonomi

Prabowo menyebut nasionalisme dan persatuan sebagai kunci menghadapi dominasi kekuatan besar dunia dalam ekonomi global.

Negara yang tidak mampu mengelola sumber daya sendiri disebut berisiko terjebak dalam ketergantungan ekonomi terhadap pihak luar.

Program hilirisasi dinilai sebagai solusi strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Pemerintah juga mendorong agar kekayaan alam nasional dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.

Prabowo mengajak teknokrat, ilmuwan, dan pelaku industri untuk berkontribusi menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

Ia menegaskan, "Sekarang saatnya para teknokrat, sekarang saatnya para ilmuwan, sekarang saatnya para insinyur, para profesor, jadi profesor Merah Putih, jadi profesor pembela rakyat, jadi insinyur untuk bangsa dan rakyat," tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jatim Cetak Transaksi Rp 15,25 T dalam Misi Dagang dengan Malaysia
• 15 jam laludetik.com
thumb
Kronologi Bus Jemaah Haji Asal Probolinggo Kecelakaan di Madinah, Lima Orang Luka Ringan | SAPA PAGI
• 23 menit lalukompas.tv
thumb
Sekda Sidrap Pantau Seleksi Terbuka JPTP, Turut Dihadiri Ketua DPRD
• 19 jam laluterkini.id
thumb
Polres Lumajang Tangkap Oknum PNS DLH Lumajang Terkait Penyalahgunaan Narkoba
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Rizky Ridho Siap Tinggalkan Persija? Sinyal Kuat Abroad Pemain Timnas Indonesia
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.