Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis kos-kosan hingga saat ini masih dikenal sebagai salah satu bentuk investasi properti yang dinilai aman dan cenderung stabil.
Banyak yang beranggapan bahwa bisnis ini dapat menghasilkan passive income jangka panjang, terutama jika dijalankan di wilayah perkotaan dengan mobilitas tinggi dari para penglaju.
Namun, perlu diingat, setiap bisnis pastinya akan menghasilkan keuntungan dan risiko. Begitu pun dengan bisnis atau usaha properti kos-kosan.
Oleh karenanya, berikut Bisnis rangkum untuk Anda keuntungan dan risiko dari usaha properti kos-kosan.
*Keuntungan Bisnis Kos-Kosan*
1. Mampu menghasilkan active maupun passive income
Baca Juga
- Harga Kos-kosan dan Kontrakan di Sekitar IKN Melejit, Segini Kisarannya
- Pemkot Surabaya Larang Kos-kosan Campur, Antisipasi Gang Dolly Bangkit Lagi
- Kisah di Balik Rawtype Riot, Jaket Varsity Ganjar-Mahfud yang Berawal dari Kos-kosan
Dengan menerima pendapatan dari hasil sewa tiap bulannya, otomatis pemilik bisnis kos-kosan tidak perlu bekerja lebih untuk mencari penghasilan.
Jumlah keuntungan yang didapat tentu tergantung dari harga sewa atau jumlah kamar yang disewakan. Semakin banyak, maka akan semakin besar keuntungannya.
Tak ayal jika banyak yang beranggapan bahwa bisnis ini mampu menghasilkan passive income bagi pemiliknya sehingga tidak perlu bekerja lagi.
2. Keuntungan jangka pendek dan panjang
Jika menempatkan bisnis kos-kosan Anda di wilayah strategis dan daerah tersebut terus mengalami perkembangan, maka usaha Anda akan menghasilkan pendapatan jangka pendek dan jangka panjang.
Dengan mobilitas masyarakat yang terus berkembang, banyak dari mereka yang membutuhkan indekos untuk tempat tinggal sementara. Semakin ramai suatu wilayah oleh pendatang, maka keuntungan akan mudah didapat karena tingginya permintaan.
3. Ramai peminat kos-kosan
Dibanding jenis properti lainnya, kos-kosan merupakan jenis properti yang paling banyak dicari dan jarang sepi peminat.
Setiap bulan, silih berganti penyewa berdatangan untuk mencari tempat tinggal sementara di perantauan.
Tak jarang kos-kosan yang dibangun di tempat yang kurang strategis tetap memiliki peminat, karena biasanya pengusaha kos-kosan menawarkan harga sewa yang lebih murah.
4. Perawatan yang relatif mudah dan murah
Dengan layout yang lebih sederhana dibanding kontrakan, yakni berupa satu kamar kecil, perawatan bangunan kos-kosan akan lebih mudah dilakukan, disertai biaya yang minim karena ukuran ruangan yang lebih ringkas.
5. Cepat balik modal dan mudah dijual kembali
Dengan banyaknya peminat kos-kosan, maka usaha ini menawarkan peluang balik modal (capital gain) bagi pemiliknya.
Biaya pembangunan yang lebih murah dibandingkan properti lainnya membuat modal lebih mudah kembali dari penghasilan yang didapat dalam kurun waktu 1—5 tahun.
Selain itu, kos-kosan merupakan jenis properti komersial yang dapat diperjualbelikan. Jika Anda sudah cukup menjalankan bisnis kos-kosan atau tidak punya waktu lagi untuk mengurusnya, Anda dapat menjualnya kembali kepada orang lain dengan mudah.
Terlebih, jika Anda membangun di tempat yang strategis, maka bukan hal yang sulit untuk mencari pembeli yang akan meneruskan usaha tersebut.
*Risiko Bisnis Kos-Kosan*
1. Masih berkemungkinan sepi peminat
Hal ini bisa terjadi jika Anda membangun kos-kosan di wilayah yang tidak strategis, misalnya jauh dari perkantoran, kampus, dan akses transportasi.
Meskipun begitu, Anda mungkin masih mendapat peminat dari penyewa yang mengincar harga sewa lebih murah karena faktor lokasi yang kurang strategis tersebut.
2. Penyewa yang telat bayar atau menunggak biaya sewa
Penyewa yang telat membayar biaya sewa dapat menghambat pemasukan Anda dalam bisnis kos-kosan.
Hal tersebut tentunya menimbulkan efek domino, mulai dari perawatan yang terhambat hingga biaya operasional yang membengkak, dan memaksa Anda harus membayar lebih (menombok).
3. Modal yang besar untuk membangun
Bisnis kos-kosan ini sejatinya kurang cocok bagi Anda yang tidak memiliki privilese berupa lahan menganggur atau modal yang besar.
Meskipun dalam bentuk bangunan sederhana, tetap diperlukan modal yang besar untuk membangun usaha kos-kosan, mulai dari biaya tanah, bahan bangunan, pekerja proyek, serta biaya akses air dan listrik yang besar.
Jika Anda tidak memiliki landasan berupa privilese dan modal yang besar, kemungkinan terburuk untuk mengalami kerugian bisa saja terjadi apabila membuka bisnis ini secara nekat.
https://commercial.raywhite.co.id/news/134038-mengapa-membangun-usaha-kos-kosan-seringkali-dianggap-rugi-ini-penjelasan-lengkapny





