Dua Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Ramallah

Pasukan Israel menembak mati seorang remaja di Hebron dan seorang pria di Silwad di tengah eskalasi kekerasan yang terus meningkat.

Ketegangan di wilayah pendudukan Tepi Barat kembali meningkat setelah operasi militer Israel mengakibatkan tewasnya dua warga Palestina dalam dua insiden terpisah pada Rabu 29 April 2026 waktu setempat.

Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa seorang remaja tewas setelah terkena tembakan di bagian perut saat pasukan Israel melakukan penggerebekan di kota Hebron. 

Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bulan Sabit Merah, nyawa remaja tersebut tidak tertolong.

"Seorang anak tiba dengan luka tembak peluru tajam di perut. Ia dinyatakan meninggal dunia," ungkap pernyataan resmi Bulan Sabit Merah, seraya menambahkan bahwa luka tersebut disebabkan oleh "peluru tentara Israel."

Terdapat perbedaan laporan mengenai usia korban. Pihak Bulan Sabit Merah menyebut korban berusia 14 tahun, sementara Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah mengidentifikasi korban sebagai Abdel Fattah Al-Khayyat yang berusia 16 tahun. 

Selain korban jiwa, satu orang lainnya dilaporkan terluka di bagian paha dalam insiden yang sama.

Insiden Terpisah di Silwad

Beberapa jam sebelumnya, seorang pria berusia 37 tahun, Abdel Halim Hammad, tewas dalam penggerebekan militer di Silwad, sebelah timur Ramallah. 

Berdasarkan laporan kantor berita resmi Palestina, Wafa, Hammad tewas di dalam rumahnya saat tentara melakukan penggerebekan pada malam hari.

Menanggapi peristiwa di Silwad, pihak militer Israel memberikan keterangan berbeda melalui sebuah pernyataan resmi. Mereka mengeklaim bahwa operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan terhadap personel mereka.

"Dua teroris menyerang dua tentara IDF, yang kemudian terluka dan dievakuasi untuk perawatan medis. Tentara merespons dengan melepaskan tembakan. Satu teroris berhasil dieliminasi, dan yang lainnya dilumpuhkan serta ditahan," tulis pernyataan militer Israel.

Laporan Wafa juga mencatat bahwa saudara laki-laki Hammad, Mohammad Hammad, telah lebih dulu tewas oleh pasukan Israel pada tahun 2021, dan jenazahnya masih ditahan oleh otoritas Israel hingga saat ini.

Eskalasi di Tepi Barat

Kekerasan di wilayah Tepi Barat melonjak drastis sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 1.068 warga Palestina telah tewas oleh pasukan atau pemukim Israel sejak periode tersebut. Angka ini mencakup kombatan maupun warga sipil.

Di sisi lain, data resmi Israel menunjukkan bahwa setidaknya 46 warga Israel, termasuk tentara dan warga sipil, tewas dalam serangan warga Palestina atau selama operasi militer dalam periode yang sama.

Pihak militer Israel menyatakan kepada kantor berita AFP bahwa mereka tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait rincian insiden di Hebron tersebut.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenimipas Bersih-Bersih Internal: 774 Pelanggaran Ditindak
• 9 menit lalukumparan.com
thumb
Mulai 30 April, Layanan Kereta Jarak Jauh Disiapkan Kembali Normal
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Connie Bakrie: Kedaulatan Udara Prinsip Fundamental yang Tak Dapat Ditawar
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Rugikan Negara Rp 3,9 Miliar, Kejati Sumsel Tetapkan Mantan Pimpinan Bank Sumsel Babel Tersangka
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Kecelakaan Kereta di Bekasi, Polisi Dalami Human Error atau Kendala Sistem
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.