Kilang Pertamina RU IV Cilacap Bisa Olah Segala Jenis Minyak Mentah Jadi BBM

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kilang milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) IV Cilacap menjadi salah satu kilang yang bisa mengolah segala jenis minyak mentah atau crude menjadi BBM.

Pengolahan segala macam jenis minyak ini membuat produksi BBM terus bisa berjalan dengan fleksibel meski pasokan dari Timur Tengah terdampak perang.

Endah Purbarani, Manager Refinery Business & Optimization Pertamina RU IV Cilacap menjelaskan proses pengolahan segala jenis crude tersebut bisa dilakukan karena kilang RU IV memiliki teknologi block mode.

“Jadi kalau tidak ada supply dari Aramco tadi, dari crude ALC, bisa kita ganti dengan kerut lainnya yang bisa domestik, bisa juga impor, dan itu bisa membuat RU IV tetap sustain, tetap beroperasi walaupun ada kendala supply akibat dampak perang,” ujarnya ditemui di kilang RU IV, Cilacap, Jawa Tengah dikutip Kamis (30/4).

Adapun jenis crude yang umum diolah di kilang RU IV adalah Arabian Light Crude (ALC) dari Aramco. Namun dengan teknologi block mode yang sudah dilakukan di RU IV sejak Mei 2024, tak hanya ALC yang bisa diolah menjadi BBM.

Dengan begitu, nantinya alternatif pasokan crude selain dari Aramco juga tetap bisa diolah menjadi BBM. Endah juga menjelaskan jenis crude dari Rusia termasuk yang bisa diolah menjadi BBM di kilang RU IV.

“Kalau untuk mengolah crude Rusia sebetulnya belum ada kesempatan crudenya masuk ke RU IV, nanti kalau ada ya secara spesifikasi harusnya masih bisa diolah di FOC 1. Karena konsepnya sama dengan bisa mengolah seluruh crude di FOC 2, jadi kurang lebih nanti bisa mengolah (crude dari Rusia),” kata Endah.

Selain itu, Endah menuturkan sebenarnya crude dari Rusia bukanlah hal baru bagi kilang RU IV. Sebelumnya, kilang tersebut sudah memiliki pengalaman untuk mengolah crude dari Rusia.

“Untuk crude Rusia sendiri sebenarnya sudah pernah juga diolah di zaman-zaman dahulu sebelum ada kendala gitu ya, kita sudah pernah mengolah crude Rusia di 2012-2013 sudah pernah kita lakukan pengolahan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membidik crude yang diimpor dari Rusia bisa dikirim ke Indonesia mulai bulan April 2026.

Kerja sama Indonesia-Rusia tersebut merupakan buah dari negosiasi bidang energi yang berlangsung pada kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Rusia pada Senin (13/4).

Dengan demikian, Rusia menjadi alternatif pemasok energi ke Indonesia di tengah krisis energi yang saat ini sedang melanda dunia akibat perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jasa Marga bukukan laba bersih Rp774,7 miliar pada kuartal I 2026
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Jakarta Berawan hingga Hujan Ringan Hari Ini
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Liburan ke Yogyakarta? Ini 4 Destinasi yang Tak Boleh Dilewatkan-Gaya Hidup
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Waktu dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Di Jadetabek 30 April 2026
• 7 jam lalunarasi.tv
thumb
Alasan Jaecoo Belum Jual J5 Hybrid ke Indonesia
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.