Isu Kotak-kotak Mencuat dalam Suksesi Ketua Golkar

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, FAJAR – “Kotak-kotak” jadi istilah populer di Golkar Sulsel saat ini. Terutama menjelang musda.

Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulsel menjadi diatensi Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia. Hal tersebut terungkap setelah Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M. Said bertemu dengan Bahlil.

Dalam pertemuan tersebut Bahlil menekankan pentingnya soliditas partai dan meminta agar musda tidak diwarnai polarisasi internal. Intinya, Balil meminta jangan ada kotak-kotak.

“Kita harus kerja sama, kita harus bersatu. Siapapun nanti yang kita sepakati, kita harus bersatu,” kata Muhidin, Rabu, 29 April 2026.

Bahlil, kata Muhidin, menilai kekuatan Golkar ke depan sangat ditentukan oleh konsolidasi internal, bukan sekadar kemenangan formal dalam kontestasi organisasi.
“Bersatu juga belum tentu bisa menambah kursi, apalagi tidak bersatu,” ujarnya.

Salah satu opsi yang tengah diupayakan adalah musda berlangsung secara aklamasi. Tujuannya, menghindari fragmentasi pasca-pemilihan.

“Kita usahakan aklamasi supaya tidak ada yang merasa ditinggal. Yang kalah maupun menang harus tetap bersama-sama,” ungkapnya.

Pengalaman musda sebelumnya menunjukkan dampak negatif dari pertarungan terbuka yang meninggalkan kubu-kubuan di internal partai.

“Kalau pertarungan terbuka, yang kalah bisa begini, yang menang begitu. Kita sudah pernah mengalami lima tahun lalu, Golkar Sulsel sempat mandek karena dinamika internal,” tambahnya.

Karenanya, penting menghapus sekat-sekat politik di internal Golkar Sulsel. Tidak boleh ada lagi blok atau gerbong dalam tubuh partai. “Kita tidak mau lagi ada blok sana, blok sini. Mau satu gerbong saja, gerbongnya Partai Golongan Karya,” tegasnya.

Seluruh kader, tanpa kecuali, harus ditempatkan sebagai bagian dari satu kekuatan politik yang utuh. Bersama-sama memperjuangkan kepentingan partai.

Terkait agenda musda, hanya tersisa dua wilayah yang belum melaksanakan, yakni Sulsel dan Sumatera Selatan. Setelah Maluku Utara selesai, kemungkinan Sumsel dahulu, terakhir Sulsel.

Dinamika tinggi di Sulsel menunjukkan tingginya perhatian kader terhadap partai, namun tetap harus diarahkan agar tidak menjadi konflik internal.

“Dinamika itu bagus, artinya orang mencintai partai. Tapi yang mencintai itu harus kita satukan supaya satu bahasa,” bebernya.

Saat ini ada empat figur yang menguat menjelang Musda Golkar Sulsel. Ada Munafri Arifuddin, Andi Ina Kartika Sari, Ilham Arief Sirajuddin, dan Usman Marham. Usman Marham merespons saat ditanya terkait posisinya sendiri dalam bursa calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.

“Saya ini taat kepada DPP. Kalau diperintahkan masuk kepengurusan, saya siap. Kalau diminta tetap kawal DPD II Pinrang, saya juga laksanakan,” katanya. (ams/zuk)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Awas Macet, Hindari Ruas Jalan Menuju Monas saat Hari Buruh
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Jarang Bergerak Setelah Makan: Apakah Memengaruhi Proses Pencernaan?
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Akademisi: Tak ada hak lintas damai otomatis pesawat militer asing 
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Kuasa Hukum Anak Riza Chalid Minta Hakim Panggil Irawan Prakoso, Disebut Saksi Kunci Korupsi
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Presiden Prabowo Ingatkan Jajaran Jangan Korupsi: Tidak Ada Tempat di Sekitar Saya
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.