Revitalisasi Sekolah Gorontalo Libatkan Masyarakat dan Tingkatkan Kenyamanan

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Gorontalo 

Pemerintah terus mempercepat perbaikan satuan pendidikan di berbagai daerah. Di Provinsi Gorontalo, program revitalisasi sekolah tak hanya menghadirkan bangunan yang lebih layak dan nyaman, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat serta menggerakkan ekonomi lokal.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meresmikan revitalisasi 30 satuan pendidikan dari jenjang dasar hingga menengah. Peresmian ini turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Atip menegaskan bahwa revitalisasi menjadi langkah konkret pemerintah untuk menjawab persoalan lama di sektor pendidikan, terutama terkait kondisi sarana dan prasarana yang belum memadai.

“Masih banyak sekolah dengan kondisi cat memudar, atap bocor, toilet tidak layak, hingga ruang kelas yang kurang mendukung proses belajar. Ini yang sedang kita benahi secara bertahap dan masif,”ujar Wamen Atip dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.

Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah menilai kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik sekolah yang aman dan nyaman.

Berbeda dari program sebelumnya, revitalisasi kali ini mengusung pendekatan swakelola. Sekolah diberikan kewenangan untuk mengelola proses pembangunan, dengan kepala sekolah sebagai penanggung jawab. Masyarakat sekitar juga dilibatkan, mulai dari penyediaan material hingga pengerjaan.

Menurut Atip, pola ini tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah. 

“Ketika sekolah dan masyarakat terlibat, ada tanggung jawab bersama untuk menjaga hasilnya,”jelasnya.

Di Gorontalo, program ini juga menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah yang membutuhkan penanganan cepat. Pemerintah menargetkan ribuan sekolah dapat direvitalisasi hingga tahun 2026, dengan dukungan anggaran yang terus diupayakan.

Selain itu, pemerintah membuka ruang partisipasi publik. Masyarakat didorong untuk melaporkan kondisi sekolah yang rusak atau belum tersentuh program, bahkan turut berkontribusi dalam pemenuhan fasilitas tambahan.

“Jika masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi, masyarakat bisa ikut membantu. Ini menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” tambahnya.

Perhatian juga diberikan pada aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, termasuk penyediaan fasilitas sanitasi yang layak. Toilet dinilai sebagai indikator penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat.

Wamen Atip menekankan bahwa revitalisasi tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi harus diiringi dengan perawatan yang berkelanjutan. 

“Sekolah yang baik bukan hanya dibangun, tetapi juga dirawat bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Telaga, Aysa Utiarahman, mengungkapkan bahwa revitalisasi membawa perubahan signifikan di sekolahnya. Fasilitas yang dibangun meliputi laboratorium komputer, laboratorium IPA, rehabilitasi ruang kelas, serta pembangunan toilet dan sistem sanitasi.m

“Sebelumnya, toilet hanya tersedia untuk guru dan siswa harus menumpang ke rumah warga. Sekarang sudah tersedia fasilitas yang lebih layak sehingga lebih aman dan nyaman,”ungkap Aysa.

Ia menambahkan, lingkungan belajar yang lebih baik turut mendukung proses pembelajaran. Namun, pihaknya masih berharap adanya tambahan fasilitas seperti perpustakaan dan ruang UKS yang memadai.

“Harapannya ada sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan sekolah untuk menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas,”ucapnya.

Hal serupa disampaikan salah satu siswa kelas VIII, Ismail Husein. Ia mengaku kondisi sekolah yang telah direnovasi membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman.

“Dulu dinding kelas retak dan berlubang, sekarang sudah rapi. Kami jadi lebih fokus belajar,”kata Ismail.

Ia juga mengapresiasi penambahan fasilitas seperti toilet, laboratorium IPA, dan laboratorium komputer yang semakin menunjang kegiatan belajar di sekolah.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantan Kapolres Bima Kota Didik Putra Kuncoro Jadi Tersangka TPPU Jaringan Narkoba Koko Erwin
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Ingin Bahasa Inggris hingga Mandarin Diajarkan Mulai SD, Manfaatkan Smartboard
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Partai Bulan Bintang Hasil Muktamar VI Bali Cari Keadilan Lewat PTUN soal SK Kemenkum
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Jadi Dokter Gadungan, Mantan Finalis Putri Indonesia Riau Diamankan Polisi
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Sempat Kepincut, Bojan Hodak Waspadai Ancaman 2 Pemain Anyar Bhayangkara FC
• 4 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.