Kemenekraf dorong subsektor kriya tembus pasar global

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan pihaknya akan mendorong peningkatan daya saing produk lokal salah satunya melalui penguatan subsektor kriya seni ukir Jepara untuk menembus pasar global.

"Seni ukir Jepara bukan sekadar produk furnitur, melainkan representasi dari ketekunan, nilai historis, dan estetika tinggi yang menjadi aset bangsa yang harus mendunia, agar identitas kita semakin kuat dan kesejahteraan para perajinnya meningkat," ujar Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia menilai, seni ukir Jepara bagian dari identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik di pasar lokal maupun internasional.

Seni ukir Jepara bisa menjadi produk kreatif premium yang menjadi buruan para kolektor melalui strategi hilirisasi yang tepat. Pemerintah berkomitmen mendampingi pelaku usaha melalui perlindungan intellectual property (IP) dan perluasan akses pasar digital.

Baca juga: Pemerintah perluas akses digital 1.200 UMKM lewat STARt x Genmatic

Salah satunya melalui pameran "TATAH" yang menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi kreatif dengan menyatukan seni ukir, kriya, dan desain interior dalam satu ekosistem yang berstandar internasional.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan kurasi yang ketat, ajang ini diharapkan mampu menarik investor mancanegara guna memperkuat rantai pasok serta meningkatkan ekspor furnitur nasional.

Pameran ini hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jepara, DPD HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) Jepara Raya, dan komunitas sejarah Rumah Kartini Japara yang menampilkan 35 karya seni ukir tematik terbaru.

Diselenggarakan di Ruang Pamer Temporer A, Gedung Museum Nasional Indonesia, mulai 29 April hingga 5 Juli 2026, “TATAH” memamerkan karya kontemporer dan juga karya bersejarah dari maestro ukir Jepara yang dituangkan dalam berbagai bentuk mulai dari patung, relief, dekorasi ruang, hingga mebel eksklusif.

"Seni ukir adalah mahakarya berkelas, bukan sekadar komoditas, pameran ini hadir sebagai langkah nyata untuk mengapresiasi proses kreatif seniman sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya kita," ujar Direktur Pelaksana TATAH, Veronica Rompies.

Baca juga: Kemenekraf perluas jangkauan pasar pegiat ekraf bersama Meta

Baca juga: Wamen Ekraf: Aniwayang bukti karya tradisi bisa ke panggung global

Baca juga: Warisan budaya bisa diangkat dengan sentuhan kreativitas


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri PPPA Sepakat Keselamatan Pria dan Wanita Prioritas: Tak Maksud Abaikan
• 20 jam laludetik.com
thumb
Polda Metro Tangkap 2 Pelaku Penyiraman Air Keras, Motifnya Sakit Hati karena Sepakbola
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Ratusan Sopir Truk di Surabaya Unjuk Rasa Protes Pemblokiran Barcode Pembelian BBM Solar
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Gagalkan Penyelundupan 53 Kg Sabu dan 3.249 Vape Berisi Narkoba dari Malaysia
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Puluhan Petugas Haji Dikerahkan Dampingi Jemaah Lamongan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.