Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Bogor
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa keberhasilan memperkuat ketahanan pangan nasional tidak lepas dari peran aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengawal berbagai program pertanian hingga ke tingkat lapangan.
Dalam forum yang juga dihadiri Panglima TNI, Agus Subianto, di Universitas Pertahanan Indonesia, Amran menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata TNI, mulai dari Babinsa hingga pimpinan tertinggi.
Ia menilai keterlibatan TNI bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi kekuatan utama dalam memastikan implementasi program pertanian berjalan efektif dan tepat sasaran di tingkat petani.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan TNI. Capaian ini tidak mungkin diraih tanpa peran luar biasa dari seluruh jajaran,”kata Amran dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.
Menurutnya, kolaborasi tersebut turut mendorong peningkatan signifikan di sektor pertanian. Produksi pangan nasional kini mencapai sekitar 34,69 juta ton, sementara cadangan beras pemerintah menyentuh 5,12 juta ton angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Amran membandingkan capaian tersebut dengan kondisi pada 1984, saat stok beras nasional masih berada di kisaran 2,6 juta ton. Ia menegaskan, lonjakan ini merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor.
Capaian produksi tersebut, lanjutnya, juga mendapat pengakuan dari lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization dan United States Department of Agriculture, serta didukung data dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan konsistensi produksi di kisaran 34–35 juta ton.
Selain itu, Amran menyoroti dampak kebijakan pengurangan impor beras yang sebelumnya sempat mencapai 7 juta ton. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan domestik, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas harga pangan global.
Ia juga menyinggung peningkatan kesejahteraan petani yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade terakhir.
Amran menambahkan, sektor pertanian kini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional, sebagaimana juga diakui oleh Bank Indonesia.
Dalam kesempatan itu, ia turut berbagi latar belakang pribadinya sebagai anak seorang Babinsa yang tumbuh dalam keterbatasan. Pengalaman tersebut, menurutnya, membentuk karakter disiplin dan ketangguhan yang kini diterapkan dalam kepemimpinannya.
Menutup pernyataannya, Amran mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan pendekatan berbasis data serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem pangan nasional.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Kita harus mengutamakan data, bukan sentimen,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, TNI, dan para pemangku kepentingan, Indonesia dinilai semakin memperkuat posisinya sebagai negara dengan sistem pangan yang tangguh dan kompetitif di tingkat global.
Editor: Redaktur TVRINews





