Dorong Pembangunan DDT Usai Kecelakaan KRL di Bekasi, DPR: Pemisahan Jalur Kereta Jadi Prioritas

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Rangkaian kejadian seperti insiden di Bekasi menunjukkan bahwa satu gangguan kecil dapat berkembang menjadi kecelakaan besar

Dorong Pembangunan DDT Usai Kecelakaan KRL di Bekasi, DPR: Pemisahan Jalur Kereta Jadi Prioritas

IDXChannel - DPR mendoron program pemisahan jalur operasional kereta di jalur Jakarta-Cikarang pascatragedi Bekasi Timur. KRL dan kereta jarak jauh memiliki karakteristik yang berbeda secara fundamental. 

“Pemisahan jalur operasional kereta harus menjadi prioritas. Penyelesaian proyek Double-Double Track Jakarta–Cikarang tidak hanya penting untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga:
Polisi Usut Penyebab Kecelakaan Argo Bromo-KRL di Bekasi dengan Metode TAA

Dia menambahkan, selama pemisahan belum sepenuhnya terwujud maka kecepatan dan jarak antar kereta harus memberikan margin keselamatan yang memadai. 

“Konsekuensi kapasitas rel akan berkurang dan jadwal perjalanan kereta api perlu direvisi,” kata Iwan.

Baca Juga:
Uji Coba KRL Lintas Bekasi-Cikarang Tuntas, Siap Beroperasi Normal Pasca Insiden Tabrakan

Di sisi lain, Iwan menyoroti evaluasi mengenai koordinasi perjalanan atau lalu lintas perkeretaapian. Mengingat dalam kejadian di Bekasi Timur, benturan kereta terjadi dalam waktu yang sangat sempit pada jalur yang sama. 

Baca Juga:
Menteri PPPA Minta Maaf Terkait Usul Pemindahan Gerbong Wanita KRL

“Harusnya informasi dapat terintegrasi. Jadi hal ini perlu menjadi evaluasi. Integrasikan komunikasi pusat kendali jalur kereta. Khususnya yang layananannya berbeda atau tidak sejenis, karena sepertinya koordinasi berbeda,” kata Iwan.

Iwan menambahkan, rangkaian kejadian seperti insiden di Bekasi menunjukkan bahwa satu gangguan kecil dapat berkembang menjadi kecelakaan besar ketika mekanisme proteksi antarlapis tidak bekerja secara sempurna.

Baca Juga:
Polisi Minta Keterangan Sopir Taksi Terkait Kecelakaan KRL, Masinis Diperiksa Besok

“Jadi evaluasi tidak boleh berhenti pada pencarian kesalahan teknis individual saja,” katanya

“Tetapi harus masuk pada pertanyaan yang lebih mendasar yakni apakah sistem persinyalan, komunikasi lapangan, prosedur penghentian darurat, dan koordinasi antaroperator telah benar-benar dirancang untuk menghadapi kondisi gangguan berlapis dalam koridor lalu lintas sepadat ini,” lanjutnya.

Baca Juga:
Taspen Serahkan Rp283 Juta ke Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Kecelakaan KRL-Argo Bromo

Iwan menekankan, jalur yang dipakai secara bersamaan oleh berbagai jenis layanan kereta membutuhkan standar pengamanan yang jauh lebih presisi dibanding jalur tunggal layanan homogen. 

“PT KAI harus mampu menyiapkan sistem komunikasi dan pengendalian secara terintegrasi sehingga dapat mengontrol setiap pergerakan kereta, meski berbeda layanan. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata Iwan.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapan Hardiknas 2026? Cek Tanggal, Sejarah, dan Cara Memperingatinya
• 6 jam laludisway.id
thumb
Turun ke Bengkalis, Dewi Juliani Tampung Masalah Anggaran Sampai Abrasi
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
ADHI Bukukan Laba Rp154 Miliar di Kuartal I-2026, Melejit 48 Ribu Persen
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ART, Polisi Ungkap Dugaan Kasusnya
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Bus Jemaah Haji Kecelakaan di Jabal Magnet, Kemlu Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.