Proyek Pengganti LPG Ditargetkan Rampung Dalam 3 Tahun

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi tabung kompor berbahan bakar Dimethyl Ether (DME) yang dipamerkan dalam acara groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase II pengembangan hilirisasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, Rabu (29/4/2026). (CNBC Indonesia/Verda Nano Setiawan)

Tanjung Enim, CNBC Indonesia - Komisaris Utama holding pertambangan Mining Industry Indonesia (MIND ID) Fuad Bawazier mengungkapkan proyek Hilirisasi Fase ke-2 pengembangan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, ditargetkan dapat rampung dalam waktu tiga tahun ke depan.

Menurut dia, proyek DME tersebut diharapkan benar-benar terealisasi setelah sebelumnya sempat tertunda selama bertahun-tahun. Ia mengingatkan agar pengalaman masa lalu tidak kembali terulang.

"Jangan sampai itu terulang lagi. Mudah-mudahan Pak Herman (Gubernur Sumsel) ini akan terwujud DME-nya," ujarnya dalam acara groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase ke-2 pengembangan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, dikutip Kamis (30/4/2026).


Baca: Diresmikan Prabowo, Ini Daftar 13 Proyek Hilirisasi Baru & Pemiliknya

Fuad memastikan sejak dulu proyek pemerintah tetap dikerjakan dengan target selesai, terlepas dari berbagai perhitungan keekonomian seperti IRR maupun biaya. Ia pun meminta seluruh pihak memberikan dukungan agar proyek-proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana.

"Jadi tolong dibantu benar-benar beliau ini. Supaya bisa semua proyek-proyek bisa terwujud. Supaya terwujud benar, berapa tahun ini? 3 tahun, kira-kira. Jadi Pak Herman, Bapak balik lagi 3 tahun lagi pak," katanya.

Sementara, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Turino Yulianto menegaskan bahwa proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki peran penting, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut dia, proyek tersebut menggunakan clean coal technology yang mampu menekan emisi hingga 30-40 persen dibandingkan pembakaran batu bara secara langsung. Proyek DME diinisiasi oleh BPI Danantara dan dijalankan oleh MIND ID bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan Pertamina.

"Proyek ini menggunakan teknologi istilahnya clean coal technology Dimana emisinya bisa turun 30-40% dibandingkan batubara dibakar begitu saja," ujar dia dalam acara groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase ke-2 pengembangan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Rabu (29/4/2026).

Turino menjelaskan pabrik DME yang akan dibangun ini dirancang memiliki kapasitas produksi 1,4 juta ton per tahun, yang setara dengan sekitar 1 juta ton LPG. Produk DME nantinya akan diserap oleh Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga.

Ia menambahkan bahwa batu bara yang diolah nantinya merupakan jenis low rank atau batu bara kalori rendah yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal, sementara ketersediaannya di Indonesia cukup melimpah.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Prabowo Resmikan Pembangunan 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cak Imin Datangi Rumah Duka Karyawan Kompas TV Nur Ainia, Pastikan Hak Korban Tersalurkan
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Indonesia Peringkat Kedua Tahan Krisis Energi, DPR Soroti Transisi Bersih
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Kasus Pencurian Makanan Berskala Besar yang Menggegerkan Dunia
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
PPIH Sampaikan Ada Penyesuaian Kuota Tasreh untuk Masuki Raudhah
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Erin Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan Atas Dugaan Penganiayaan ART
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.