BEKASI, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengunjungi rumah duka Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32), di Perumahan Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (30/4/2026).
Diketahui, Nur Ainia atau Ain merupakan karyawan Kompas TV yang meninggal dalam kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Jakarta–Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.
Di hadapan Cak Imin, ayah korban, Hary Marwata, menceritakan sosok Ain sebagai anak pertama yang menjadi kebanggaan keluarga.
Baca juga: Nurlela Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Dikenal Guru yang Berprestasi
“Dia anak pertama, anak emas, anak pintar, sekolah ranking terus dan masuk kuliah di MMTC Yogyakarta. Kebanggaan lah pokoknya,” ujar Hary saat berbincang dengan Cak Imin.
Ia menyebut Ain memiliki prestasi akademik yang konsisten sejak sekolah sampai akhirnya meniti karier di dunia media.
“Pokoknya sebelum lulus sudah direkrut Kompas TV. Memang dari kecil passion-nya di bidang komunikasi, dan masuk ke kampus tanpa tes karena sudah diketahui prestasinya sejak lulus SMK,” katanya.
Selama 11 tahun bekerja di Kompas TV, Ain dikenal sebagai pekerja keras yang menjalani rutinitas harian menggunakan KRL.
Biasanya, ia berangkat dari wilayah Tambun menuju tempat kerjanya di Palmerah, Jakarta Pusat. Mobilitasnya kerap dibantu sang adik yang mengantar dan menjemput.
“Biasanya adiknya yang antar-jemput. Kalau masuk jam 03.00 pagi, dari kantor juga ada penjemputan untuk siaran pagi,” kata Hary.
Rutinitas itu menjadi bagian dari keseharian Ain sampai akhirnya terhenti oleh tragedi yang tak pernah disangka.
Baca juga: Evakuasi Kebakaran Apartemen Mediterania Masih Berlanjut, 20 Penghuni Masih di Lantai Atas
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin turut menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan perhatian pemerintah terhadap keluarga korban.
“Saya dan keluarga besar Kemenko Pemberdayaan Masyarakat menyampaikan duka yang mendalam kepada Pak Hary dan keluarga. Kami berdoa semoga yang ditinggalkan diberi kesabaran, dan Ain husnul khotimah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah bersama sejumlah pihak telah menyalurkan hak-hak korban sebagai bagian dari perlindungan sosial.
“Bersama Dirut BPJS Ketenagakerjaan, kami memberikan hak-haknya (Ain). Ini bukti bahwa perlindungan sosial berjalan dengan baik,” katanya.
Muhaimin menambahkan, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan keselamatan transportasi publik.
“Yang paling penting adalah semua bentuk perlindungan sosial harus hadir. Kemensos, BPJS, pemerintah daerah harus memberi perhatian kepada keluarga korban,” ujarnya.
Baca juga: Dari Gang Sempit Depok, Bisnis Parkir Rp 5.000 Ini Diam-diam Raup Jutaan Tiap Bulan
Ia juga menekankan pentingnya disiplin dalam berlalu lintas agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini menjadi pelajaran penting untuk komitmen transportasi publik dan disiplin masyarakat. Ini tidak boleh terjadi lagi,” kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




