Bos BRI Optimistis Ekonomi RI Resilien di Tengah Gejolak Geopolitik

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kondisi ekonomi nasional yang kuat berimbas langsung pada neraca keuangan BRI. Emiten berkode saham BBRI ini mencatat pertumbuhan aset sebesar 7,2 persen.

Bos BRI Optimistis Ekonomi RI Resilien di Tengah Gejolak Geopolitik. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Hery Gunardi, menilai ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang solid di tengah guncangan geopolitik global. Hal ini didukung Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terjaga di atas 125 serta aktivitas manufaktur (PMI) yang tetap di level ekspansif (di atas 50).

Karakteristik Indonesia sebagai produsen energi dan eksportir komoditas bersih (net commodity exporter) menjadi landasan utama. 

Baca Juga:
Dari Kartini untuk Bumi: BRI Berdayakan Perempuan Lewat Urban Farming Program BRInita

Selain itu, akselerasi belanja pemerintah yang mencapai Rp815 triliun (tumbuh 31,4 persen) pada kuartal I menjadi motor penggerak aktivitas domestik.

"Di tengah dinamika global yang masih diwarnai tekanan geopolitik ini, ekonomi Indonesia relatif menunjukkan ketahanan yang cukup terjaga. Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif solid dibandingkan dengan sejumlah negara lain," kata Hery dalam konferensi pers kinerja kuartal I BRI, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga:
BRI Cetak Laba Bersih Rp15,5 Triliun di Kuartal I-2026, Naik 13,7 Persen

Kondisi ekonomi nasional yang kuat berimbas langsung pada neraca keuangan BRI. Emiten berkode saham BBRI ini mencatat pertumbuhan aset sebesar 7,2 persen menjadi Rp2.250 triliun. 

Pertumbuhan ini didorong penyaluran kredit yang meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun, dengan segmen UMKM tetap menjadi pilar utama sebesar Rp1.211 triliun.

Baca Juga:
Kredit Komersial BRI (BBRI) Tembus Rp61,4 Triliun pada 2025

Dari sisi pendanaan, BRI berhasil memperbaiki struktur dana murah atau CASA yang tumbuh 13,2 persen. Hal ini berdampak pada efisiensi biaya dana (cost of fund) yang turun dari 3 persen menjadi 2,3 persen.

"BRI tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan. Tumbuh saja mungkin mudah, tetapi tumbuh secara berkelanjutan dan berkualitas adalah hal yang harus dikelola dengan baik," kata Hery.

Kualitas aset BRI juga menunjukkan tren perbaikan dengan rasio Loan at Risk (LAR) yang turun ke level 9,7 persen dari sebelumnya 11,1 persen. Perbaikan manajemen risiko ini mendorong kenaikan Return on Equity (ROE) menjadi 18,4 persen.

Sebelumnya, pada 10 April 2026, BRI juga telah memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total fantastis mencapai Rp52,102 triliun atau Rp346 per lembar saham.

"Dengan dividend payout ratio sekitar 92 persen, hal ini mencerminkan komitmen BRI dalam menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil yang menarik... tetapi juga penguatan fundamental perusahaan," ujarnya.

Adapun membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan raihan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,5 triliun. Capaian yang tumbuh 13,7 persen secara tahunan (year-on-year) ini diraih di tengah eskalasi risiko global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pastikan Cadangan BBM Cukup, Prabowo: Negara Lain Panik, Kita Aman | SAPA MALAM
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Dramatis! Tim SAR Evakuasi Pendaki Bukit Pau yang Sesak Napas di Tengah Medan Terjal | BERUT
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Gunakan Visa Non-Prosedural, 18 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat ke Tanah Suci
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Mantan Istri Dilaporkan Atas Dugaan Penganiayaan ART, Andre Taulany Ungkap Fakta Soal Gaji
• 18 menit lalugrid.id
thumb
Kecelakaan Kereta di Bekasi: Polisi Sudah Periksa Sopir Taksi, Akan Minta Keterangan Masinis Besok
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.