Polemik Pemindahan Gerbong Wanita ke Tengah, Pengamat: Tidak Relevan dan Efektif

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat perkeretaapian, Joni Martinus menanggapi soal pernyataan kontroversial Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi soal pemindahan gerbong KRL khusus wanita ke tengah rangkaian Commuter Line.

Joni Menilai bahwa wacana tersebut tidak relevan dan tidak efektif serta tidak menyentuh persoalan utama dalam operasi keselamatan kereta api, justru sebaliknya bisa menimbulkan masalah baru.

"Jika gerbong KRL khusus wanita berada di tengah rangkaian, maka berpotensi penumpang pria bisa masuk melintasi gerbong tersebut guna keperluan akses ke gerbong lain," katanya, Kamis (30/4/2026).

"Lalu akan memunculkan kebingungan menghitung guna menentukan posisi gerbong yang di tengah saat Commuter line datang di stasiun, kemudian terjadinya kondisi berdesakan yang lebih riuh dan sulit," sambungnya.

Joni menegaskan bahwa Keberadaan gerbong KRL khusus Wanita lebih kepada layanan tambahan, bukan faktor penentu safety. Sehingga ia menyebut, Aspek keselamatan dan layanan transportasi kereta api tidak didasarkan pada gender.

"Pria atau pun wanita sama saja keduanya harus mendapatkan layanan yang baik dan selamat sampai tujuannya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa keselamatan perkeretaapian merupakan integrasi dari berbagai sistem dan praktik. Pendekatan holistik ini mencakup koordinasi antara pemeliharaan infrastruktur, kehandalan sarana, sumber daya manusia yang profesional, Kepatuhan pada regulasi, dan penerapan teknologi modern.

"Sinergi diantara semua komponen ini akan membentuk suatu sistem keselamatan yang kokoh dan dapat diandalkan," jelasnya.

Oleh karena itu, ia berharap, pemerintah, operator perkeretaapian, dan masyarakat umum harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman.

"Keselamatan perkeretaapian merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan komitmen dari semua pihak terkait." tandasnya. (aha)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KSPSI: 400 Ribu Buruh Akan Hadiri May Day di Monas, Ada Kejutan dari Presiden
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Saat Solar Tak Lagi Jauh, Harapan Baru Nelayan di Ujung Barat Indonesia
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Terperosok Tinggalkan 7.000, Saham BBCA Ambles ke 5.800, Apa Pemicunya?
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Komisi V DPR Soroti Kecelakaan KA di Bekasi, Minta 2 Hal Ini Segera Dibenahi
• 10 jam laludetik.com
thumb
PT BSR Klaim Tetap Pemilik Sah Mayoritas PT MPM, Ini Sebabnya
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.