Komisi V DPR Soroti Kecelakaan KA Bekasi, Dorong Pemisahan Jalur dan Penghapusan Perlintasan Sebidang

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menegaskan kecelakaan kereta api di Bekasi Timur menjadi peringatan serius perlunya pemisahan jalur rel serta percepatan pembenahan sistem keselamatan perkeretaapian di wilayah perkotaan.

Kecelakaan Picu Evaluasi Sistemik

Iwan Aras menyebut insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo mencerminkan tekanan sistemik pada jalur rel dengan kepadatan tinggi.

“Insiden kecelakaan kereta di sekitar Bekasi Timur menunjukkan bahwa jalur rel dengan kepadatan tinggi di wilayah perkotaan sedang menghadapi tekanan sistemik yang menuntut evaluasi lebih mendalam terhadap cara keselamatan dibangun, dimonitor, dan direspons dalam kondisi gangguan berantai,” ujarnya.

Peristiwa yang terjadi pada 27 April 2026 itu bermula dari KRL yang tertemper taksi listrik mogok di perlintasan, kemudian tertabrak KA Argo Bromo dari belakang saat berhenti di jalur aktif.

Insiden tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Dorong Jalur Terpisah dan Flyover

Iwan menekankan keselamatan kereta tidak cukup hanya mengandalkan disiplin operasional, tetapi membutuhkan sistem yang mampu memutus risiko sejak awal.

“Perlintasan sebidang memang harus dibenahi, dari PT KAI harus melakukan pembenahan karena persoalan seperti ini masih sering terjadi,” ungkapnya.

Ia mendukung rencana pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan di Pulau Jawa.

“Langkah yang diambil Bapak Presiden Prabowo Subianto menjadi sebuah terobosan. Karena untuk perlintasan di lokasi padat ramai, memang diperlukan pembangunan flyover atau jalan layang. Bisa juga dengan underpass,” katanya.

Selain itu, ia mendorong percepatan penghapusan perlintasan sebidang di kawasan padat serta pemisahan jalur operasional KRL dan kereta antarkota.

“Pemisahan jalur operasional kereta harus menjadi prioritas. Penyelesaian proyek Double-Double Track Jakarta–Cikarang tidak hanya penting untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan selama pemisahan belum sepenuhnya terealisasi, pengaturan kecepatan dan jarak antar kereta harus diperketat untuk menjaga margin keselamatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gaji Numpang Lewat? Ini Tips Mengatur Keuangan di 2026
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Baju Berisi Pesan dari Penghuni yang Terjebak Kebakaran Apartemen Mediterania
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Kebakaran Apartemen Mediterania di Jakbar, Diduga Akibat Konsleting Listrik di Panel Lantai 1 Basement
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Cara Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja, Simak Langkah-langkahnya!
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pengamat Soroti Tumpang Tindih Komunikasi Pemerintah, Ini Strategi Kepala Bakom Qodari | SATU MEJA
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.