Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menuntaskan penyelidikan atas insiden yang melibatkan personel pasukan perdamaian Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang, dalam press briefing di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Menurut Yvonne, Indonesia terus mendorong agar investigasi dilakukan secara menyeluruh dan transparan guna memastikan akuntabilitas atas insiden yang terjadi.
“Indonesia meminta agar proses penyelidikan dituntaskan dan pihak yang bertanggung jawab dapat diadili sesuai ketentuan yang berlaku,”ujar Yvonne dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 30 April 2026.
Selain itu, Indonesia juga mendukung langkah UNIFIL dalam menyampaikan protes resmi kepada otoritas terkait atas insiden tersebut.
Pemerintah menekankan pentingnya peningkatan perlindungan bagi seluruh personel pasukan perdamaian, khususnya di tengah situasi keamanan yang masih berpotensi bereskalasi di wilayah penugasan.
Indonesia juga menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta melakukan evaluasi terhadap kondisi keamanan personel yang bertugas.
Sebagai salah satu kontributor pasukan perdamaian terbesar, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus memastikan keselamatan personel yang menjalankan misi internasional.
Editor: Redaktur TVRINews





