Polisi dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 11 Juta Batang Rokok Ilegal di NTT

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS - Tim gabungan polisi bersama bea cukai menggagalkan peredaran sekitar 11 juta batang rokok yang diselundupkan oleh warga negara China dari Timor Leste ke wilayah Nusa Tenggara Timur. Potensi kerugian negara akibat cukai palsu sekitar Rp 12,3 miliar pun berhasil diselamatkan.

Kepala Kepolisian Daerah NTT Inspektur Jenderal Rudi Darmoko, yang memimpin jalannya konferensi pers pada Kamis (30/4/2026), mengungkapkan, penyelundupan itu masuk dalam kategori kejahatan lintas negara. Tiga warga negara asal China diringkus.

"Penyeludupan rokok ilegal ini merupakan tindakan pelanggaran hukum dan kejahatan ekonomi yang menyebabkan kerugian besar pada keuangan negara khususnya pada sektor penerimaan cukai. Juga, menciptakan persaingan usaha secara tidak sehat serta mengganggu stabilitas ekonomi," ujar Rudi.

Rudi mengatakan, sekitar 11 juta batang rokok masuk secara ilegal. Kemasan rokok dengan merek yang familiar di Indonesia serta cukai merupakan produk palsu. Nilai barang itu sekitar Rp 23,1 miliar dengan total kerugian negara sebesar Rp 12, 3 miliar.

Rudi menyebut, tiga warga negara China yang terlibat antara lain, Li Shenger selaku penyewa gudang sekaligus penanggung jawab utama. Dua pelaku yang lain adalah Li Jingwei selaku distributor operasional dan Hu Renhao yang berperan sebagai pelaksana teknis penimbunan barang.

Tempat penimbunan ditemukan pada dua kota terpisah dalam rangkaian penyelidikan sejak akhir 2025 lalu. Tempat dimaksud adalah Atambua di Kabupaten Belu dan Kefamenanu di Kabupaten Timor Tengah Utara. Dua tempat itu dekat dengan perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.

Rudi berjanji akan terus memperkuat pengamanan di daerah perbatasan. "Melalui semangat 'Asta Cita Presiden' dan komitmen 'Polri Presisi', kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pengabdian benar-benar dirasakan oleh masyarakat perbatasan," ucapnya.

Serial Artikel

Yunus Labba, Panti Asuhan dari Bekas Anak Panti

Tak hanya memenuhi kebutuhan harian anak-anak panti asuhan, Yunus Labba juga mencari jalan untuk menyekolahkan mereka hingga perguruan tinggi.

Baca Artikel
Kronologi kasus 

Rudi mengapresiasi kolaborasi bersama antara Polres Belu dan petugas bea dan cukai Atambua dalam pengungkapan kasus tersebut. Para anggota yang terlibat diberi piagam penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas kerja mereka dalam pengungkapan kasus itu.

Kepala Polres Belu Ajun Komisaris Besar I Gede Eka Putra Astawa menuturkan, pengungkapan kasus itu berawal dari laporan masyarakat yang curiga melihat gerak-gerik WNA China pada salah satu rumah kontrakan di Atambua. Diperoleh informasi bahwa rumah itu dijadikan tempat penampungan rokok ilegal.

Berkoordinasi dengan bea cukai, dilakukan penggerebekan dan didapat barang bukti rokok ilegal. Setelah didalami, diperoleh pula informasi bahwa rokok ilegal itu sebagian sudah dibawa ke tempat penampungan di Kefamenanu.

Rokok ilegal dibawa masuk dari Timor Leste ke wilayah Belu melalui jalur laut. Pengangkutan menggunakan perahu motor warga Timor Leste. "Tidak melalui pelabuhan resmi. Dibawa masuk pada malam hari untuk menghindari pantauan petugas," kata Eka. 

Ketiga pelaku WNA asing sempat berusaha kabur dari Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta di Jakarta. Berkat koordinasi dengan petugas imigrasi, ketiganya berhasil ditangkap dan kini menjalani proses hukum di Kefamenanu.

Depdika Sefano, dari Kantor Bea dan Cukai Atambua mengatakan, rokok ilegal itu diproduksi di China. Penyeludupan rokok ilegal melalui wilayah NTT menjadi pola baru. Biasanya, penyeludupan melalui wilayah Indonesia bagian barat seperti Sumatera dan sekitarnya.

Menurutnya, rokok ilegal itu belum sempat diedarkan ke pasar di NTT. "Ini baru pertama. Mereka sedang merintis jalur distribusi di pasar NTT. Ke depan memang harus hati-hati untuk mengamankan perbatasan," kata Depdika.

Serial Artikel

Sisi Lain Polisi di NTT, Tata Destinasi hingga Bor Air dan Bangun Rumah Warga Miskin

Sebanyak 85 sumur bor sudah dan sedang dikerjakan. Ada pula 13 unit rumah harapan bagi warga miskin. Sisi lain ini terbukti membuat masyarakat miskin tersenyum.

Baca Artikel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Taktik Cerdas Dedi Mulyadi Dongkrak Penghasilan Sopir Angkot Sepi Penumpang, Naik dari Rp1,5 Juta Jadi Rp4,2 Juta
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Ditjen Bina Adwil Uji Kesiapan Petugas Damkar Lewat NFSC 2026
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Foto: Insiden Kebakaran Apartemen Mediterania, Warga Berhasil Dievakuasi
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kapan Pengumuman Hasil TKA? Simak Jadwal Lengkap dan Cara Cek Hasilnya!
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Taksi Green SM Sampaikan Duka bagi Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.