HARIAN FAJAR, JAKARTA – Rumor kepindahan Rizky Ridho ke kompetisi Eropa musim depan menyeruak. Dia dikabarkan merapat ke klub Serie A Italia, Como 1907. Kapten Persija Jakarta ini secara terang-terangan mengirim kode akan segera meninggalkan Macan Kemayoran.
Sinyal kuat ini ia sampaikan langsung usai laga kontra Bali United. Bek Timnas ini mengaku tengah mengurus proses perpindahan bersama agennya untuk merumput di luar negeri.
Bagi Ridho, langkah meninggalkan kenyamanan di ibu kota bukan lagi sekadar wacana. Ia menegaskan bahwa saat ini segala sesuatunya tengah dipersiapkan secara matang. Tujuannya agar transisinya menuju level kompetisi yang lebih tinggi berjalan lancar.
Agen Mulai Bergerak Urus Klausul AbroadRizky Ridho mengungkapkan bahwa komunikasi dengan agennya sudah masuk ke tahap intensif. Fokus utamanya saat ini adalah membedah berbagai klausul kontrak yang memungkinkannya untuk merantau tanpa kendala administratif dari pihak klub.
“Benar ada komunikasi dengan agen saya. Saya sedang urus klausul-klausul yang orang-orang tunggu, yaitu saya bisa main abroad. Jadi tunggu saja,” ungkap Rizky Ridho dengan penuh percaya diri seperti dilansir tvonenews.com, Kamis (30/4/2026).
Keseriusan Ridho menunjukkan bahwa ia merasa sudah waktunya naik kelas. Performa konsistennya selama ini memang dinilai sudah sangat layak untuk bersaing di level yang jauh lebih kompetitif dibandingkan liga domestik.
Statistik Memukau Kapten Modern PersijaSejak mendarat di Persija pada 2023, pemain berusia 23 tahun ini telah menjelma menjadi sosok tak tergantikan. Ridho mencatatkan 64 penampilan dengan sumbangan tiga gol dan dua assist—catatan yang impresif untuk seorang bek tengah. Kualitas kepemimpinannya pun tak diragukan lagi, terbukti dengan tanggung jawab ban kapten yang ia emban di usia yang masih sangat muda.
Sebagai tulang punggung Timnas Indonesia, Ridho sering dibanding-bandingkan dengan rekan setimnya yang sudah lebih dulu mencicipi atmosfer Eropa seperti Jay Idzes. Dari segi kematangan, Ridho dianggap sudah setara dan hanya membutuhkan panggung yang tepat untuk menyempurnakan bakatnya.
Tantangan dari “Agen” TimnasDorongan untuk segera hengkang ternyata juga datang dari rekan-rekannya di Skuad Garuda. Ragnar Oratmangoen secara terbuka membujuk Ridho untuk segera menjajal kerasnya persaingan di benua biru.
“Datanglah ke Eropa,” tulis Ragnar di media sosial. “Siap agen,” balas Ridho singkat, yang langsung memicu kehebohan di kalangan suporter.
Dukungan serupa juga mengalir dari Kevin Diks, menguatkan indikasi bahwa Ridho memang sudah dipantau oleh beberapa pemandu bakat internasional.
Dilema PersijaManajemen Persija Jakarta kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, kontrak Ridho akan berakhir musim ini, namun klub masih berambisi mempertahankannya sebagai pusat proyek jangka panjang menuju usia ke-100 Persija pada 2028.
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, sempat mencoba meredam spekulasi ini dengan pernyataan tegas.
“Rizky Ridho tidak akan ke mana-mana, itu yang bisa saya sampaikan,” ujar sosok yang akrab disapa Bepe tersebut.
Namun, hasrat sang pemain untuk berkembang tampaknya sulit dibendung. Persija menawarkan posisi sentral, namun Eropa menawarkan pintu menuju kejayaan dunia.
Mengapa Como 1907?Jika benar-benar menuju Italia, Como 1907 menjadi opsi paling masuk akal mengingat keterkaitan klub tersebut dengan pengusaha asal Indonesia. Selain itu, jaringan luas pemain Timnas juga membuka peluang di FCV Dender (Belgia) hingga Oxford United (Inggris).
Kini, keputusan akhir ada di tangan Rizky Ridho. Apakah ia akan tetap menjadi simbol kekuatan di Jakarta, atau mengambil risiko besar demi mengharumkan nama bangsa di panggung Serie A Italia? Langkah Ridho musim depan dipastikan akan menjadi magnet berita terbesar bagi sepak bola tanah air.





