Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan perhatian khusus kepada 764 jemaah haji yang berasal dari wilayahnya dengan memberikan uang saku sebesar Rp 1,5 juta kepada setiap jemaah. Besaran uang saku ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 1 juta per jemaah.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos mengatakan anggaran untuk pemberian uang saku tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Maluku Utara. Total anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
"Anggarannya dari APBD. Tahun lalu kita per jamaah Rp 1 juta dengan total jemaah haji kita tahun lalu sekitar 1070-an. Tahun ini kita naik Rp500.000 jadi Rp 1,5 juta. Total jemah haji 764 orang. Tahun depan doain semoga naik lagi," ujar Sherly Tjoanda Laos dikutip dari CNN, Kamis (30/4/2026).
Kebijakan peningkatan nilai uang saku ini menunjukkan komitmen Pemprov Malut untuk terus memperbaiki fasilitas dan kenyamanan jemaah, sekaligus mengurangi beban finansial mereka saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Penyerahan Uang Saku oleh Gubernur MalutPenyerahan uang saku tersebut dilakukan secara langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, yang menyempatkan diri mendampingi dan menyapa para calon jemaah haji sebelum keberangkatan.
Penyerahan berlangsung di Embarkasi Makassar dan Asrama Haji Sudiang, Sulawesi Selatan, tempat di mana para jemaah Maluku Utara berkumpul dan menjalani proses keberangkatan.
Jumlah jemaah yang diberangkatkan pada tahun ini mencapai 764 orang, terdiri dari dua kelompok terbang (kloter) yaitu kloter 13 dan kloter 15. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari kuota awal yakni 785 orang akibat beberapa calon jemaah yang batal berangkat karena sakit dan meninggal dunia sebelumnya.
"Tadi saya jemput jamaah semua dalam keadaan baik dan sehat. Nanti sore kloter 13 akan berangkat ke Tanah Suci," terangnya.
Penyerahan uang saku tidak hanya diberikan kepada para jemaah, tetapi juga disalurkan kepada para pendamping jemaah haji yang bertugas mendampingi dan memberikan pelayanan selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Pelayanan Optimal untuk Jemaah Haji MalutDukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak hanya berupa bantuan finansial, tetapi juga mencakup perhatian terhadap aspek kesehatan jemaah haji. Gubernur Sherly Tjoanda Laos menegaskan bahwa sekitar 30 persen dari calon jemaah haji tahun ini merupakan lansia.
Oleh karena itu, pelayanan kepada kelompok usia lanjut ini menjadi prioritas khusus agar mereka dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, sehat, dan nyaman.
"30 persen lansia rata-rata ini yang mendaftar sekitar 11 tahun yang lalu, baru mendapatkan kesempatan tahun ini," imbuhnya.
Dalam hal ini, pemerintah bersama berbagai pihak terkait terus berkoordinasi secara intensif, terutama dengan Kanwil Haji Maluku Utara, Kanwil Haji Sulawesi Selatan, serta pengurus Asrama Haji Makassar.
"Kami dibantu dengan sangat baik oleh Kanwil Haji Malut maupun Sulsel dan pengurus dari Asrama Haji. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama, koordinasi dan perhatian baik dari semua pihak," ujar Sherly Tjoanda Laos, dikutip dari Detik.
Pelayanan yang diberikan mencakup fasilitas akomodasi yang layak dan nyaman di asrama haji, pemeriksaan kesehatan yang mendetail sebelum keberangkatan, serta pendampingan intensif selama proses pelaksanaan ibadah.
Gubernur Sherly juga secara langsung mengunjungi dan meninjau fasilitas yang digunakan jemaah untuk memastikan semuanya berada dalam kondisi terbaik.
"Semoga seluruh jemaah haji Maluku Utara perjalanan ibadah hajinya dilancarkan, dimudahkan, semuanya kembali dalam keadaan sehat ke tanah air," pungkasnya.





