Terkini, Makassar — Konsorsium Kebumian resmi meluncurkan buku “Geology of The Sulawesi Region” dalam seminar dan sosialisasi yang digelar di Unhas Hotel & Convention Makassar, Rabu (29/4/2026). Peluncuran buku ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat mitigasi bencana sekaligus mendukung perencanaan pembangunan berbasis geologi di Pulau Sulawesi.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA ini dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari perwakilan BPBD provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, akademisi, guru geografi SMA, organisasi non-pemerintah, mahasiswa, hingga instansi pemerhati lingkungan.
Acara dibuka oleh Sekretaris LP2M Universitas Hasanuddin, Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut. Ia menilai karya ini sebagai kontribusi ilmiah yang signifikan dalam pengembangan ilmu kebumian di Indonesia, khususnya di kawasan timur.
Dalam sesi pemaparan, Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas, Ilham Alimuddin, S.T., M.GIS., Ph.D., menegaskan bahwa Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
“Indonesia bisa dikatakan sebagai ‘market bencana’ karena ancaman datang dari berbagai sumber, baik darat, laut, maupun gunung api. Karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Ia mencontohkan sejumlah kejadian banjir bandang di wilayah Sumatera sebagai peringatan bagi seluruh daerah untuk memperkuat edukasi kebencanaan. Ilham juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix, yakni sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media, guna mewujudkan Indonesia tangguh bencana.
Secara khusus, ia menyebut Sulawesi Selatan termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Meski demikian, ia optimistis daerah ini dapat menjadi provinsi tangguh bencana apabila kolaborasi lintas sektor terus diperkuat.
Sementara itu, penulis buku sekaligus Ketua IAGI Pengda Sulselbar, Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil., menjelaskan bahwa buku *“Geology of The Sulawesi Region”* merupakan hasil kolaborasi dengan ahli geologi Theo van Leeuwen. Buku ini disusun sebagai referensi komprehensif untuk memahami karakteristik geologi Sulawesi yang unik dan kompleks.
“Pulau Sulawesi memiliki bentuk yang khas menyerupai huruf ‘K’ dan merupakan fenomena geologi yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Pemahaman terhadap struktur ini sangat penting dalam mendukung kebijakan pembangunan,” kata Adi.
Ia juga menyinggung sejarah panjang ketertarikan ilmuwan dunia terhadap Sulawesi, termasuk Alfred Russel Wallace yang pernah melakukan penelitian di Maros dan berkontribusi terhadap perkembangan teori evolusi. Menurutnya, potensi dan keunikan Sulawesi masih menyimpan banyak peluang riset di masa depan.
Dukungan terhadap peluncuran buku ini juga datang dari sektor industri. Director of External Relations & Corporate Affairs PT Vale, Endra Kusuma, S.T., M.M., M.T., menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut. Ia bahkan menyebut buku ini akan menjadi salah satu cenderamata resmi perusahaan bagi tamu dan mitra.
Melalui peluncuran buku dan seminar ini, Konsorsium Kebumian berharap dapat memperkuat literasi geologi di masyarakat sekaligus mendorong pengambilan kebijakan yang lebih tepat dalam pengelolaan sumber daya alam dan mitigasi bencana di Sulawesi.




