Dinas PKH Riau Seleksi Ketat Sapi Kurban Banmas Presiden, Bobot Capai 1 Ton Lebih

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PEKANBARU - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau melakukan peninjauan lapangan dan seleksi ketat terhadap sejumlah sapi unggulan yang diusulkan sebagai Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden RI untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala DPKH Riau Mimi Yuliani Nazir menegaskan bahwa langkah ini dilakukan guna memastikan hewan kurban yang disalurkan memenuhi standar kesehatan dan kualitas nasional.

“Kami melakukan pengecekan kondisi fisik dan kesehatan sapi secara menyeluruh agar bantuan Presiden yang disalurkan benar-benar berkualitas dan aman bagi masyarakat,” ujarnya Kamis (30/4/2026).

Peninjauan dilakukan serentak di sejumlah daerah. Di Kabupaten Indragiri Hulu, tim memfokuskan pemeriksaan pada sapi jenis Simental bernama “Bule” milik peternak Franto Kukuh Sulahirio di Kecamatan Seberida. Sapi tersebut memiliki bobot mencapai 1.013 kilogram.

Sementara di Kabupaten Pelalawan, tim memonitor sapi Simental “Pegul” di Kecamatan Pangkalan Kuras. Dengan bobot 955 kilogram, sapi ini dinyatakan lulus uji awal dan dalam kondisi prima setelah melalui pemeriksaan intensif.

Plt Kabid Produksi Peternakan DPKH Riau Elyan Buzra menyebutkan hasil pemantauan menunjukkan sapi “Pegul” telah memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan oleh Sekretariat Presiden.

Baca Juga

  • Sapi Kurban Bantuan Presiden di Pekanbaru Bobotnya Capai 907 Kg
  • Bolehkah Menyembelih Hewan Kurban Sendiri? Ini Hadist dan Penjelasan Lengkapnya
  • Jelang Hari Raya Iduladha, Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Jatim Tercukupi bahkan Surplus

Peninjauan juga dilakukan di Kota Pekanbaru, tepatnya di Umban Sari, Kecamatan Rumbai. Seekor sapi Simental berbobot 907 kilogram telah melalui pengambilan sampel oleh tim UPT Laboratorium Veteriner dan Kesehatan Hewan untuk memastikan bebas dari penyakit menular.

Kabid Kesehatan Hewan DPKH Riau Faralinda Sari menekankan pentingnya uji laboratorium sebagai bagian dari prosedur wajib.

“Pengambilan sampel feses dan darah dilakukan untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat,” jelasnya.

Dari wilayah selatan Riau, Kabupaten Indragiri Hilir mengusulkan sapi jenis Brangus bernama “Blacky”. Sapi milik peternak Zaini di Tembilahan ini memiliki bobot sekitar 1.000 kilogram dengan tinggi mencapai 220 sentimeter, menjadikannya salah satu kandidat unggulan.

Mimi menambahkan, seluruh sapi yang telah dipantau masih harus melewati seleksi final sebelum diusulkan ke pemerintah pusat. Proses ini dilakukan secara ketat guna memastikan hewan memenuhi aspek kesehatan serta kelayakan syariat.

“Prioritas utama kami adalah menjamin kesehatan ternak. Pemantauan rutin akan terus dilakukan hingga hari penyaluran agar kondisi sapi tetap prima,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Riau berharap program Banmas Presiden ini dapat memperluas manfaat kurban bagi masyarakat. Keterlibatan tim teknis dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota menjadi bentuk komitmen dalam menghadirkan hewan kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) pada Iduladha mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rustini Muhaimin Soroti Urgensi Literasi dan Gizi
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo Minta WNI Jangan Minder, Hilirisasi dan MBG Bukti Kemandirian Bangsa
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
KNKT Mulai Usut Dugaan Persinyalan Kereta jadi Pemicu Kecelakaan KRL di Bekasi
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
BI dan GenBI Unsrat Manado Perkuat Literasi Pemuda Lewat Bedah Buku
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Panik Saat Kebakaran, Penghuni Apartemen Mediterania Lambaikan Tangan Minta Dievakuasi
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.