Liputan6.com, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendalami penyebab kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Saat ini, tim investigator telah diterjunkan ke lokasi kejadian guna mengumpulkan bukti-bukti teknis di lapangan terkait persinyalan kereta.
Fokus penyelidikan mengarah pada sejumlah aspek krusial yaitu kondisi perangkat sistem komunikasi dan pengaturan lalu lintas kereta sebelum kecelakaan.
Advertisement
Humas KNKT Arief mengatakan, pihaknya tengah membedah berbagai kemungkinan faktor penyebab terjadinya kecelakaan. Salah satunya terkait fungsi perangkat teknis di area stasiun tersebut.
"Untuk saat ini tim investigator masih melakukan investigasi ke lapangan. Persinyalan juga salah satu aspek yang sedang didalami," kata Arief saat dihubungi, Kamis (30/4).
Selain pemeriksaan fisik pada sarana dan prasarana, KNKT juga berencana menggali keterangan dari sejumlah saksi kunci. Meski demikian, proses pengambilan keterangan dari awak sarana perkeretaapian masih menunggu waktu yang tepat.
Hingga saat ini, pihak KNKT belum merinci kapan wawancara mendalam terhadap para masinis maupun petugas terkait akan digelar.
"Untuk interview atau wawancara pihak-pihak terkait, sampai saat ini belum bisa kami sampaikan jadwal pelaksanaannya," ujarnya.
Mengenai transparansi hasil akhir, publik nantinya dapat mengakses dokumen lengkap setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai. Hasil ini akan menjadi rujukan utama dalam upaya perbaikan sistem transportasi nasional ke depan.
KNKT memastikan, setiap temuan di lapangan akan dipaparkan secara terbuka melalui jalur komunikasi resmi organisasi agar dapat diketahui oleh khalayak luas.
"Hasil investigasi dari KNKT akan dipublikasi di website dan kanal-kanal yang dimiliki KNKT. Untuk rekomendasi-rekomendasi keselamatan nantinya akan diberikan pada para pihak terkait untuk menjadi bahan perbaikan ke depannya," jelasnya.




