JAKARTA, DISWAY.ID - Asosiasi Pengemudi Ojek Online (Ojol) Garda Indonesia akan mengerahkan sekitar 1.000 pengemudi dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Jumat, 1 Mei 2026.
Dalam aksinya Garda mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait ojol dengan skema bagi hasil 90:10 alias potongan aplikasi maksimal 10 persen.
BACA JUGA:Polisi Gunakan TAA untuk Analisis Penyebab Taksi Listrik Ditemper KRL dalam Tragedi Stasiun Bekasi Timur
Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono mengungkapkan, potongan aplikasi selama ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor Tahun 2019, dan Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor KP 1001 Tahun 2022.
Di mana potongan aplikasi maksimal adalah 15 persen plus 5 persen. Namun potongan yang 5 persen tersebut seharusnya dikembalikan lagi ke pengemudi ojol.
"Namun perusahaan platform memotong jasa aplikasi rekan-rekan ojek online ini hampir 50 persen," kata Igun dalam keterangan pada Kamis, 30 April 2026.
Igun memandang, May Day sebagai momen strategis bagi Presiden Prabowo, untuk menunjukkan keberpihakan kepada pengemudi ojol.
BACA JUGA:Sikap Diplomatik Timor Leste di Tengah Situasi Perang Iran-Israel, Mirip dengan Indonesia
Menurutnya pengemudi ojek daring selama ini menjadi penopang ekonomi digital bagi Indonesia.
“Momentum ini sangat penting. Kami berharap Presiden dapat memberikan kepastian terkait regulasi ojol, terutama mengenai skema bagi hasil yang lebih adil,” ujar Igun.
Menurutnya Perpres 90:10 sangat penting untuk menciptakan keadilan ekonomi, kepastian hukum, serta perlindungan sosial bagi jutaan pengemudi ojek daring di Indonesia.
Garda menegaskan, tuntutan tersebut bukanlah hal baru, perjuangan untuk menurunkan potongan aplikasi menjadi 10 persen telah dilakukan sejak 2019 melalui berbagai aksi dan advokasi.
BACA JUGA:Panik Saat Kebakaran, Penghuni Apartemen Mediterania Lambaikan Tangan Minta Dievakuasi
“Ini bukan perjuangan instan. Kami sudah mengawal isu ini selama bertahun-tahun dengan berbagai pengorbanan,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan agar tidak ada pihak lain yang mengklaim perjuangan tersebut tanpa terlibat sejak awal.
- 1
- 2
- »





